Organisasi Pembelajaran: Studi Implementasi Model Tiga Pilar Utama Di Badan XYZ
Iki Rizal Apriandi, Prof. Amin Wibowo, S.E., M.B.A., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Suatu organisasi tidak lagi hanya bergantung pada sumber daya atau strateginya dalam lingkungan bisnis yang berubah dan dinamis. Kemampuan untuk belajar dan beradaptasi dengan perubahan sangat penting untuk keberhasilan organisasi. Dengan persaingan yang semakin ketat, kemajuan teknologi, dan perubahan preferensi pelanggan, semakin penting bagi bisnis untuk menjadi organisasi pembelajaran di mana karyawan terus-menerus belajar, memperoleh, dan berbagi informasi untuk membantu perusahaan menyesuaikan diri dengan ketidakpastian. Untuk mengukur efektivitas Organiasi Pembelajran, Garvin et al. (2008) mengembangkan Model Tiga Pilar Utama. Model ini menekankan sinergi antara elemen lingkungan, proses, dan kepemimpinan untuk membangun budaya pembelajaran yang inovatif dan adaptif.
Penelitian ini menggunakan metode gabungan kuantitatif dan kualitatif dengan tujuan untuk mengukur implementasi organisasi pembelajaran, dan mengidentifikasi nilai dari setiap komponen pembangun organisasi pembelajaran di Badan XYZ dengan pendekatan Model Tiga Pilar Utama. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai keseluruhan pada masing-masing komponen pembangun organisasi pembelajaran berada di atas skala median dari benchmark scores yaitu pada skala third quartile. Namun, terdapat kelemahan pada subkomponen keterbukaan terhadap ide baru dan pengumpulan informasi yang masih berada di skala second quartile, sehingga diperlukan upaya perbaikan untuk meningkatkan efektivitas implementasi organisasi pembelajaran secara keseluruhan.
Organization can no longer rely solely on its resources or strategies in a rapidly changing and dynamic business environment. The ability to learn and adapt to change is crucial for organizational success. With increasing competition, technological advancements, and changing customer preferences, it has become more important for businesses to become learning organizations, where employees continuously learn, acquire, and share information to help the company adapt to uncertainty. To measure the effectiveness of a learning organization, Garvin et al. (2008) developed the Three Building Blocks Model. This model emphasizes the synergy between environmental, process, and leadership elements to build an innovative and adaptive learning culture.
This study employs a mixed-method approach, integrating quantitative and qualitative methods to measure the implementation of a learning organization and identify the value of each building block component in Badan XYZ using the Three Building Blocks Model. The results show that the overall scores of each component of the learning organization are above the median benchmark scores, placing them in the third quartile. However, weaknesses are identified in the subcomponents of openness to new ideas and information collection, which are still in the second quartile. Thus, improvements are necessary to enhance the overall effectiveness of learning organization implementation.
Kata Kunci : Organisasi pembelajaran, Model Tiga Pilar Utama, Lingkungan pembelajaran, Keterbukaan terhadap ide baru, Pengumpulan informasi