Laporkan Masalah

Evaluasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Kecamatan Soropia Kabupaten Kendari

ADRIANTO, Ageng, Ir. Suryanto, MSP

2004 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Penelitian ini berkaitan dengan keberhasilan pelaksanaan Program PEMP dan indikasi peluang keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat yang bertujuan untuk : mendeskripsikan proses pelaksanaan dan manfaat yang dihasilkan dari pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat serta indikasi peluang keberlanjutan dari pelaksanaan Program tersebut. Hal ini dianggap penting mengingat pelaksanaan Program tersebut merupakan pendorong upaya peningkatan kegiatan yang diharapkan dapat memperkuat ekonomi rakyat dan dapat tumbuh dan berlanjut dalam jangka panjang serta menjadi umpan balik bagi pelaksanaan Program PEMP pada tahap berikutnya. Sampel yang diteliti adalah sejumlah 103 anggota KMP yang terdapat di tiga desa yang menjadi lokasi sasaran program. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, dengan pertimbangan bahwa populasi pada tiga daerah penelitian mempunyai karakteristik yang hampir homogen yaitu : (1) pekerjaan nelayan, (2) bertempat tinggal di pesisir pantai, (3) ketiga desa adalah penerima dana bantuan PEMP, (4) masih tergolong miskin. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, yakni data deskriptif verbal yang dihasilkan diinterpretasikan, kemudian ditelaah secara deskripsi kualitatif yang selanjutnya disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program PEMP belum berhasil dalam memberdayakan ekonomi masyarakat. Hal ini disebabkan adanya kelemahan dalam implementasi program tersebut. Indikasi peluang keberlanjutan Program PEMP ditinjau berdasarkan manfaat yang ditimbulkannya terhadap masyarakat Kecamatan Soropia relatif kecil. Manfaat yang ditimbulkan dari pelaksanaan program tersebut masih terbatas pada pengembangan partisipasi masyarakat, peningkatan armada penangkapan dan peningkatan jumlah tangkapan nelayan. Dalam hal pemasaran hasil tangkapan, pada umumnya masyarakat masih tergantung pada tengkulak, sehingga menyebabkan nilai tawar mereka menjadi rendah. Rendahnya orientasi masyarakat dalam hal tabungan dan investasi, membuat peluang keberlanjutan Program PEMP menjadi semakin kecil. Hal ini di perparah dengan kurang berfungsinya lembaga ekonomi yang dibentuk masyarakat dalam menjalankan tugasnya sebagai wadah pengembangan ekonomi masyarakat. Faktor – faktor yang mempengaruhi hal tersebut antara lain adalah faktor kapasitas organisasi yang rendah, sumberdaya manusia yang rendah dan rendahnya kinerja agen perantara (TPD) dalam melaksanakan fungsinya serta belum ikut dilibatkannya usaha besar dan pedagang yang merupakan salah satu komponen penting dalam menggerakkan perekonomian.

This research aims to investigate the success story and the sustainability potential of the Community Economic Empowerment Program (CEEP) implementation. It explores the implementation process and the benefits from the program and indication of sustainability potential from the program implementation. It is important to note that the implementation of this program is a stimulant enhance community economic empowerment, to thrive and continue in the long run, and to becoming feedback for the implementation of CEEP in the future. The research samples are taken from 139 members of Beneficiary Community Group located in 3 targeted villages of the program. Of these, 103 are chosen to be selected respondents. The sampling technique adopted is simple random sampling, considering that the population of these 3 villages have nearly homogenous characteristics: (1) adopting fishermen as their profession, (2) dwelling in coastal areas, (3) receptor of CEEP capital assistance, (4) categorized as poor. Data collected is analyzed using descriptive method, i.e., the verbal descriptive data are interpreted and then analyzed descriptively and qualitatively, and finally conclusion is being made. The result demonstrates that CEEP was not successful in empowering community economy. It is dreived from the weaknesses in the program implementation. The indication of sustainability potential of the CEEP is relatively small compared with the benefit generated for the society in Soropia. The benefit from the program is limited only to the community participation development, addition of fishery vessels, and the captures improvement. Concerning the capture marketing, the community in general still dependents on commission agent, so their bargaining power is low. Poor orientation toward saving and investment makes the sustainability potential of the CEEP lower. This condition is worsened by poor performance of economic institution set up by the society to accommodate community economic development. The affecting factorsamong others are low organizational capacity, low human resources and intermediary agent’s poor performance in executing its function. In addition, the program hasn’t involved largescale businesses and traders as an important component that generates the economy.

Kata Kunci : Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir,Evaluasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.