Perkembangan karakteristik spasial sekitar jalan arteri :: STudi kasus Jalan Raya Sentolo-Temon Kabupaten Kulon Progo
UTOMO, Bernardinus Bangkit Haryo, Dr.Ir. Bondan Hermanislamet, MSc
2004 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahAdanya jalan yang dapat menghubungkan antar daerah dengan daerah lain berarti akan mempercepat pergerakan orang/barang, memperpendek jarak serta akan meningkatkan kegiatan perekonomian antara daerah tersebut atau daerah yang dilaluinya. Demikian halnya dengan keberadaan jalan arteri Yogyakarta — Purworejo yang melewati wilayah Kabupaten Kulon Progo, yakni wilayah Kecamatan Sentolo, Wilayah Kota Wates, dan Wilayah Kecamatan Ternon. Ketiga wilayah tersebut yang dilalui jalan arteri mempunyai karakteristik spasial yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan karaktenstik spasial dan menjelaskan seberapa jauh dominasi kegiatan perdagangan/jasa sekitar jalan arteri. Penelitian ini menggunakan metodologi deduktif kualitatif yang melandaskan pada filsafat rasionalistik, daerah analisis adalah usaha perdagangan/jasa yang terdiri dan segmen I (wilayah Kecamatan Sentolo), segmen II (wilayah Kota Wales), segmen III (wilayah Kecamatan Temon). Sedangkan Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling dengan menggunakan tabel angka acak. Jumlah sampel untuk segmen I 148 unit, segmen II 172 unit, dan segmen III 118 unit. Hasil penelitian mi menunjukan bahwa pada Segmen I perkembangan karakteristik spasial ditunjukkan dengan dominasi jenis dan fungsi bangunan industri kerajinan, struktur ruang yang terbentuk adanya pengelompokan unsur-unsur home industry dan berfungsi sebagai penunjang kegiatan industri kerajinan dengan pola sebaran dan saling mendekat. Pada Segmen II penampakan ciri kekotaan sangat kuat dilihat dan jenis kegiatan dan fungsi bangunan yang sebagian besar adalah permukiman dan pelayanan perkotaan. Segmen III merupakan kawasan wisata pantai dominasi usaha perdagangan/jasa menunjukkan jenis kegiatan dan fungsi bangunan sebagian besar adalah penunjang pariwisata. Sesuai arahan kebijakan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Umum Tata Ruang Kabupaten Kulon Progo (RUTRWK) dengan memperhatikan keunggulan kompetitif pada tiap wilayah masing-masing segmen dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Pemanfaatan ruang pada segmen I diarahkan pengembangannya sebagai kawasan industri kerajinan., segmen II diarahkan sebagai pusat pelayanan pemerintahan., perdagangan/jasa dengan skala lokal dan regional, sedangkan segmen III sebagai kawasan pariwisata. Karakteristik pemanfaatan ruang pada segmen I didominasi untuk usaha industri kerajinan sebesar 21,86 %, segmen II untuk usaha pelayanan barang primer dan sekunder skala lokal dan regional sebesar 2 7,03 %, segmen III untuk usaha rumah makan dan agribisnis sebesar 2 0,83 %.
Kata Kunci : Jalan Arteri,Karakteristik Spasial