Laporkan Masalah

Faktor-Faktor Pilihan Karir Struktural dan Fungsional Tenaga Kependidikan di Klaster Agro Universitas Gadjah Mada

Aji Herman Saputra, Prof. Dr. Ir. Budi Prasetyo Widyobroto, DESS., DEA., IPU., ASEAN Eng.; Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog.

2025 | Tesis | S2 MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI

Peningkatan karir adalah salah satu tujuan penting bagi pegawai dalam organisasi, yang memerlukan perhatian serius dari organisasi terkait. Oleh karena itu, manajemen karir yang efektif sangat dibutuhkan. Di Universitas Gadjah Mada, tenaga kependidikan dapat menempuh berbagai jalur karir, yaitu jalur karir struktural (yang melibatkan posisi manajerial), jalur karir fungsional tertentu (berfokus pada keahlian dan spesialisasi tertentu), serta jalur karir administratif/umum. Masing-masing jalur memiliki fokus dan karakteristik yang berbeda. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh instruksi Presiden Joko Widodo mengenai penyederhanaan struktur organisasi yang mengurangi formasi jabatan struktural, yang diarahkan untuk menjadi jabatan fungsional. Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan karir tenaga kependidikan di Klaster Agro Universitas Gadjah Mada menjadi fokus utama penelitian ini. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan campuran, yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari 102 tenaga kependidikan yang belum memiliki jabatan struktural maupun fungsional, sementara data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dengan 15 informan yang terdiri dari tenaga kependidikan yang belum menjabat, tenaga kependidikan yang menjadi pejabat struktural, serta tenaga kependidikan dengan jabatan fungsional tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kependidikan lebih memilih jalur karir fungsional (rata-rata skor 4,00), dibandingkan dengan jalur karir struktural (rata-rata skor 3,64). Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi karir antara lain faktor finansial (rata-rata 4,05), dukungan organisasi (rata-rata 3,72), pengakuan profesional (rata-rata 3,67), dan kebijakan organisasi (rata-rata 3,55). Faktor formasi jabatan memiliki nilai terendah (rata-rata 3,36), dengan kriteria sedang. Meskipun jabatan struktural menawarkan tunjangan lebih besar, tenaga kependidikan cenderung lebih memilih jabatan fungsional, karena selain mendapatkan tunjangan fungsional, mereka juga diuntungkan dengan percepatan kenaikan pangkat/golongan setelah memenuhi angka kredit tertentu, yang memberikan manfaat finansial tambahan, serta dipengaruhi oleh faktor lain seperti tantangan, passion, pengembangan kompetensi, dan beban pekerjaan.

Career advancement is one of the important goals for employees in an organization, requiring serious attention from the organization involved. Therefore, effective career management is essential. At Universitas Gadjah Mada, educational staff can follow various career paths: structural careers (involving managerial positions), specific functional careers (focused on expertise and specialization), and administrative/general careers. Each path has different focuses and characteristics. This study is motivated by the instruction of President Joko Widodo regarding the simplification of organizational structures, which reduces the formation of structural positions, directing them towards functional positions. The main focus of this research is to identify the factors influencing the career choices of educational staff in the Agro Cluster at Universitas Gadjah Mada. A mixed-methods approach was used, combining both quantitative and qualitative methods. Quantitative data was collected from 102 educational staff who did not hold structural or functional positions, while qualitative data was gathered through interviews with 15 informants, including educational staff without positions, those in structural positions, and those with specific functional positions. The results of the study show that most educational staff prefer functional career paths (average score of 4.00) over structural career paths (average score of 3.64). The factors influencing career preferences include financial factors (average score of 4.05), organizational support (average score of 3.72), professional recognition (average score of 3.67), and organizational policies (average score of 3.55). The position formation factor has the lowest score (average of 3.36), with a moderate rating. Although structural positions offer higher allowances, educational staff tend to prefer functional positions because, in addition to receiving functional allowances, they also benefit from accelerated promotions after meeting certain credit requirements, which provides additional financial benefits. Other factors influencing career choices include challenges, passion, competence development, and job workload.

Kata Kunci : manajemen karir, penyederhanaan organisasi, jabatan struktural, jabatan fungsional tertentu, faktor pilihan karir, tenaga kependidikan

  1. S2-2025-508496-abstract.pdf  
  2. S2-2025-508496-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-508496-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-508496-title.pdf