Faktor-faktor untuk permukiman kembali masyarakat perambah hutan :: Studi kasus kawasan Dongi-dongi Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah
BACULU, Moh. Yasin, Prof.Ir. Nindyo Soewarno, M.Phil.,Ph.D
2004 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahSumberdaya alam merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia. Tentunya dalam pengelolaan tersebut haruslah memperhatikan keseimbangan antara daya dukung sumber daya lahan dengan tingkat kebutuhan manusia agar sumberdaya alam tersebut berkelanjutan. Telah terjadi perambahan hutan oleh masyarakat sekitar di kawasan Dongi-Dongi yang berada di dalam Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat untuk bermukim di kawasan Dongi-Dongi Taman Nasional Lore Lindu dan persepsinya tentang resettlement. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perambahan hutan di kawsan Dongi- Dongi dilatarbelakangi oleh (1) rendahnya tingkat pendidikan, (2) tidak adanya lahan garapan untuk pemenuhan kebutuhan hidup, dan (3) rendahnya tingkat pemahaman terhadap fungsi kawasan. Disamping itu, terdapatnya aksesibilitas jalan yang melintasi kawasan Dongi-Dongi memicu perambahan yang terjadi. Akibatnya telah terjadi degradasi pada kawasan Dongi-Dongi sebagai daerah tangkapan air. Penelitian ini menemukan bahwa ide relokasi dapat diterima oleh masyarakat sejauh memenuhi keinginan mereka yakni direlokasikasi tidak jauh dari kawasan Dongi-Dongi, lokasinya sesuai untuk dijadikan perkebunan, dimukimkan secara berkelompok berdasarkan etnik pemberian ganti rugi, serta adanya jaminan kepastian hukum atas kepemilikan lahan. Selanjutnya berdasarkan persepsi masyarakat, penelitian ini merekomendasikan bahwa untuk pelaksanaan relokasi tidak hanya menyiapkan lokasi, pembuatan permukiman, penyediaan fasilitas dan aksebilitas fisik, namun perlu diikuti dengan pelaksanaan program-program lanjutan seperti pelaksanaan pelatihan-pelatihan keterampilan dan kemampuan berwiraswasta dalam rangka meningkatkan peluang kerja/usaha yang baru sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat. Serta pemberian bantuan dana seperti bantuan bergulir atau pinjaman lunak sebagai suntikan awal mereka membangun usaha.
Natural resources are blessings from God the Almighty that must be managed and exploited for the sake of human welfare. The management must consider the balance between the carrying capacity of land and the demand so that the resources are sustainable. However, the society around Dongi-Dongi area of the Lore Lindu National Park, Central Sulawesi has been conducting activities of clearing away the forest. This research aims to identify the factors that make these people settle in Dongi-Dongi area of the Lore Lindu National Park, and their perception on resettlement. It adopted an approach of descriptive qualitative method. The research results reveal that the clearing away of the forest around Dongi- Dongi area of the Lore Lindu National Park happened due to the low level of education, the absence of land for cultivation to support life, and the lack of understanding on the function of this area. In addition, the availability of road access across Dongi-Dongi area has triggered the clearing away activities. Consequently, Dongi-Dongi area suffers from degradation as a catchment area. The research found that the idea of relocation is acceptable for the society as far as it fulfils their requirements, i.e. the relocation is not far from Dongi-Dongi area; it is suitable for farming; they are grouped based on their ethnicity; they are given compensation, and there is a guaranty of legal certainty for their land ownership. Further, related to the people’s perception, the research recommends that for the implementation of relocation, it should not only prepare the location, settlement, physical facility and accessibility, but also consider follow-up programs such as trainings for skills and entrepreneurship in order to create job/business opportunity to improve their income. Funding assistance should also be given in the form of rotating loan or soft loan as a starting capital for their businesses.
Kata Kunci : Permukiman Kembali,Masyarakat Perambah Hutan,Pengelolaan Lingkungan Hidup, illegal settlement, National Park, Perception