Laporkan Masalah

Kajian keberlanjutan program pemberdayaan daerah dalam mengatasi dampak krisis ekonomi (PDM-DKE) Kabupaten Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan

NASIR, Muhammad, Ir. Bakti Setiawan, MA.,PhD

2004 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Dalam rangka menanggulangi dampak krisis ekonomi, maka pada tahun 1998/1999 dilaksanakan program PDM-DKE (Pemberdayaan Daerah Dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi). Pada tahun 2000 pemerintah pusat telah menghentikan pendanaaan program. Maka sesuai dengan kewenangan yang dimiliki sejak tahun 2001-2003, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melanjutkan program ini dengan sumber dana berasal dari APBD Kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberlanjutan program (Sustainability), replikasi model pengelolaan dan dana bantuan program serta peningkatan kemampuan sumberdaya masyarakat dan pemerintah kabupaten (Capacity building) pada program PDM-DKE. Metode penelitian yang digunakan adalah deskritptif kualitatif dengan pendekatan deduktif rasionalistis. Hasil penelitian menunjukkan sebagian masyarakat penerima bantuan fisik program telah mampu melanjutkan/mengembangkan hasil bantuan program secara swadaya, tetapi bantuan dana modal bergulir program (ekonomi) tidak dapat dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat. Model pengelolaan pada program baru merupakan replikasi dari model pengelolaan program lama yang ternyata kurang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan dan peningkatan kemampuan aparatur Pemerintah Kabupaten. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melanjutkan program PDM-DKE melalui dana APBD, merupakan repleksi kepedulian pemerintah terhadap penanggulangan kemiskinan di daerah ini. Dalam perancangan model pengelolaan program penanggulangan kemiskinan, pemerintah hendaknya memperhatikan potensi dan karakteristik daerah. Lebih lanjut perlu pula dipertimbangkan pluralitas komunitas masyarakat miskin serta adanya ruang bagi masyarakat untuk dapat berpartisipasi secara utuh. Semuanya diharapkan mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi perbaikan ekonomi masyarakat.

To reduce the impact of economic crises in 1998/1999, the government of Indonesia launched the PDM-DKE (Regional Empowerment Program for Economic Crises Impact Mitigation) in 2000. After two years of its implementation, the central government terminated the funding. The regional government of Tanah Laut regency continued the program in 2001-2003 using funding source from the local budget (APBD). This research aims to study the sustainability of the project and its impact on the capacity building for the society and regional government apparatus. It uses descriptive and qualitative method and deductive rationalistic approach. The research shows that most of the people receiving the physical assistance have been successful in continuing the program on their own. However, the revolving fund cannot continued further. The management model adopted by the local government is a modification of the previous program management. This, tends to give less economic benefit to the people in a sustainable manner. The program also does not give optimum improvement of the government apparatus’s capability. However, the policy of the local government of Tanah Laut regency to continue the PDM-DKE program reflects its concern for poverty reduction in this region. This study recommends that in the future, the government should consider the local potential and characteristics. Further, it needs to consider the plurality of community and to give more space to the people to give their optimum participation.

Kata Kunci : Program Pemberdayaan Daerah,Krisis Moneter, Sustainability, Capacity Building


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.