Analisis Risiko dan Evaluasi Ekonomi pada Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung (Studi Kasus Waduk Mrica Banjarnegara)
Khoirul Multazam, Dr. Joko Wintoko, S.T., M.Sc.; Ahmad Agus Setiawan, ST., M.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Magister Teknik Sistem
Indonesia
telah menetapkan target ambisius untuk mengurangi emisi karbon di sektor energi
menjadi 358 juta ton CO2 pada tahun 2030, sebagaimana tercantum dalam siaran
pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Target ini sejalan
dengan komitmen internasional dalam Paris Agreement, yang bertujuan membatasi
pemanasan global hingga 1,5°C melalui pengurangan emisi gas rumah kaca secara
signifikan. Oleh sebab itu, Indonesia perlu beralih ke sumber energi terbarukan
seperti energi surya untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin meningkat,
sekaligus mendukung upaya pengendalian iklim global.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dan kelayakan
ekonomi perencanaan proyek PLTS terapung di Waduk Mrica menggunakan pendekatan Failure
Mode and Effect Analysis (FMEA) dan simulasi ekonomi berbasis Monte Carlo.
Evaluasi difokuskan pada indikator kelayakan seperti NPV, IRR, dan PIR dengan
tingkat keyakinan 95%.
Hasil analisis risiko menunjukkan terdapat 18 risiko potensial
yang dapat memengaruhi nilai ekonomi proyek dengan risiko terbesar Trash,
Flood, and Sedimentation, Electricity Sale dan Degredation Performance.
Analisis kelayakan menunjukkan bahwa proyek dinyatakan layak selama tidak ada
pembebanan risiko Trash, Flood, and Sedimentation. Pada skenario
terburuk dengan pembebanan risiko tersebut, proyek hanya dapat dinyatakan layak
jika biaya pemeliharaan risiko Trash, Flood, and Sedimentation ditekan
hingga 0.02, nilai degradasi performa diminimalkan hingga 12%, dan penjualan
listrik dioptimalkan. Hasil ini memberikan gambaran strategis untuk pengelolaan
risiko dan pengambilan keputusan, memastikan proyek PLTS terapung di Waduk
Mrica dapat memberikan manfaat ekonomi yang menguntungkan.
Indonesia
has set an ambitious target to reduce carbon emissions in the energy sector to
358 million tons of CO2 by 2030, as stated in the press release of the Ministry
of Energy and Mineral Resources (ESDM). This target aligns with the
international commitment under the Paris Agreement, which aims to limit global
warming to 1.5°C by significantly reducing greenhouse gas emissions. Therefore,
Indonesia must transition to renewable energy sources, such as solar energy, to
meet the growing energy demand while supporting global climate control efforts.
This study aims to analyze the risks and economic feasibility of
the floating solar photovoltaic (FPV) planning project at the Mrica Reservoir
using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) approach and Monte
Carlo-based economic simulations. The evaluation focuses on feasibility
indicators such as NPV, IRR, and PIR with a 95% confidence level.
The risk analysis results identify 18 potential risks that could
impact the project's economic value, with the most significant risks being
Trash, Flood, and Sedimentation, Electricity Sale, and Degradation Performance.
The feasibility analysis shows that the project is viable as long as there is
no financing from Trash, Flood, and Sedimentation risks. Under the worst-case
scenario, where these risks are present, the project can only be deemed
feasible if the maintenance cost of Trash, Flood, and Sedimentation is reduced
to 0.02, the performance degradation rate is minimized to 12%, and electricity
sales are optimized. These findings provide strategic insights into risk
management and decision-making, ensuring the floating solar PV project at the
Mrica Reservoir delivers favorable economic benefits.
Kata Kunci : PLTS terapung, analisis risiko dan ekonomi, simulasi Monte Carlo