Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia. Salah satu metode pengobatan yang umum digunakan adalah kemoterapi dengan doxorubicin, yang memiliki efek samping kardiotoksik dan dapat menyebabkan perubahan fraksi ejeksi ventrikel kiri [1]. Usia diduga berperan dalam mempengaruhi perubahan LVEF, namun bukti klinis mengenai hal ini masih terbatas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia terhadap perubahan LVEF pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi doxorubicin di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan meninjau rekam medis pasien kanker payudara yang menerima kemoterapi doxorubicin. Data LVEF dikumpulkan melalui ekokardiografi sebelum dan setelah dua siklus kemoterapi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji t berpasangan, ANOVA, dan regresi multivariat untuk menilai hubungan antara usia dan perubahan LVEF.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara usia dan perubahan LVEF [1]. Namun, pasien dengan usia lebih tua [2] memiliki nilai LVEF yang sedikit lebih tinggi dibandingkan pasien yang lebih muda, meskipun perbedaan ini tidak signifikan secara klinis. Selain itu, keberadaan komorbiditas seperti hipertensi dan diabetes tidak berdampak signifikan terhadap perubahan LVEF.
Kesimpulan: Usia tidak secara signifikan mempengaruhi perubahan LVEF pada pasien kanker payudara yang menerima kemoterapi doxorubicin. Namun, pemantauan jantung secara rutin tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan efek kardiotoksik. Studi lebih lanjut dengan populasi yang lebih besar dan periode tindak lanjut lebih lama direkomendasikan untuk memahami dampak jangka panjang doxorubicin terhadap fungsi jantung.
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia. Salah satu metode pengobatan yang umum digunakan adalah kemoterapi dengan doxorubicin, yang memiliki efek samping kardiotoksik dan dapat menyebabkan perubahan fraksi ejeksi ventrikel kiri [1]. Usia diduga berperan dalam mempengaruhi perubahan LVEF, namun bukti klinis mengenai hal ini masih terbatas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia terhadap perubahan LVEF pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi doxorubicin di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan meninjau rekam medis pasien kanker payudara yang menerima kemoterapi doxorubicin. Data LVEF dikumpulkan melalui ekokardiografi sebelum dan setelah dua siklus kemoterapi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji t berpasangan, ANOVA, dan regresi multivariat untuk menilai hubungan antara usia dan perubahan LVEF.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara usia dan perubahan LVEF [1]. Namun, pasien dengan usia lebih tua [2] memiliki nilai LVEF yang sedikit lebih tinggi dibandingkan pasien yang lebih muda, meskipun perbedaan ini tidak signifikan secara klinis. Selain itu, keberadaan komorbiditas seperti hipertensi dan diabetes tidak berdampak signifikan terhadap perubahan LVEF.
Kesimpulan: Usia tidak secara signifikan mempengaruhi perubahan LVEF pada pasien kanker payudara yang menerima kemoterapi doxorubicin. Namun, pemantauan jantung secara rutin tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan efek kardiotoksik. Studi lebih lanjut dengan populasi yang lebih besar dan periode tindak lanjut lebih lama direkomendasikan untuk memahami dampak jangka panjang doxorubicin terhadap fungsi jantung.
Kata Kunci : Kanker Payudara, Doxorubicin, Fraksi Ejeksi, Kardiotoksisitas, Usia, Kemoterapi