Kinerja usaha lumbung pangan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
PRASETYASTUTI, Dr.Ir. Irham, MSc
2004 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja usaha lumbung pangan, menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja lumbung pangan yang ada di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,serta menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman kinerja manajemen sarana dan prasarana, pembinaan, kelembagaan kelompok, serta skala usaha dan kerjasama kelompok lumbung pangan di setiap daerah tingkat II. Subyek penelitian berjumlah 92 kelompok lumbung pangan, diwakili oleh salah satu pengurus inti (Ketua, Sekretaris atau Bendahara) di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuestioner dan studi pustaka untuk identifikasi pengelolaan manajemen sarana dan prasarana, pembinaan, kelembagaan kelompok, serta skala usaha dan kerjasama. Metode statistik yang digunakan adalah analisa regresi linier, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan (negatif) antara jumlah anggota aktif, lama berdiri (tahun), jumlah rapat, kapasitas terpasang lumbung, modal yang dimiliki oleh kelompok, inisiatif pembentukan, lokasi lumbung, dan maju tidaknya kelompok lumbung dengan kinerja usaha ( F=0,948; R2=0,105; T =-1,790). Analisa SWOT manajemen sarana, pembinaan, kelembagaan kelompok, serta skala usaha dan kerjasama menunjukkan kekuatan dan peluangnya lebih dominan dibandingkan kelemahan dan ancaman yang dihadapi. Kecuali untuk faktor eksternal sarana dan kelembagaan kelompok di Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul, pembinaan di Kotamadya Yogyakarta.
This research aims at identifying performace of granaries, analysing performance’s influence factor of granaries in Yogyakarta, also analysing strenght, weakness, opportunity, and threat of logistic management, capacity building, organization, and core activities every granaries organization each region in this province. This research was done in four months with amount of samples 92 granaries organization, which representated by one of the board (Leader, Secretary or Treasurer) and based on records done by questionare method and literacy study to identifying logistic management, capacity building, organization, and core activities and partnership. Linear regression analysis, and SWOT used as a method. The result showed that there is no significant relationship (negatif) between amount of active member, duration of operations (year), amount of meeting, ricebarn’s capacities, equity, founder, ricebarn location, and granaries organization’s development with enterprise performance of granaries (F=0,948; R2=0,105; T =-1,790). The SWOT analysis of logistic management, capacity building, organization, and core activities showed the strength and opportunities was more dominant than its weakness and threat. Except in external factor of logistic and management organization at Kabupaten Kulon Progo and Gunung Kidul, also capacity building management at Kotamadya Yogyakarta.
Kata Kunci : Agribisnis,Kinerja,Ketahanan Pangan, enterprise performance, influence factor, granaries