Laporkan Masalah

ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR KASUS: PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KELURAHAN PAHANDUT SEBERANG KOTA PALANGKA RAYA

Anna Rusdanisari, Dr. Yori Herwangi, S.T., M.URP.

2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan banjir yang sering terjadi di permukiman kumuh tepian sungai di Kelurahan Pahandut Seberang, Palangkaraya. Banjir ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk kondisi fisik, sosial, dan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk adaptasi masyarakat dalam menghadapi banjir serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam dengan warga, pihak kelurahan, dan instansi pemerintah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi masyarakat berlangsung pada tiga skala: individu, komunitas, dan pemerintah. Pada skala individu, warga melakukan peninggian rumah, penggunaan papan kayu untuk melindungi barang berharga, dan diversifikasi sumber pendapatan seperti ojek perahu.

         Komunitas memperkuat solidaritas sosial melalui gotong-royong memperbaiki infrastruktur lokal yang rusak akibat banjir. Di tingkat pemerintah, meskipun terdapat upaya mitigasi dari BPBD, Dinas PUPR, dan Dinas Sosial, kendala keterbatasan anggaran dan infrastruktur menghambat penanganan jangka panjang. Faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi termasuk keterbatasan infrastruktur, kekuatan jaringan sosial lokal, dan dukungan yang masih terbatas dari pemerintah. Penelitian ini menyoroti perlunya perencanaan terpadu dan peningkatan kapasitas mitigasi untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap banjir.

This research was motivated by the problem of frequent flooding in riverside slums in Pahandut Seberang Village, Palangkaraya. These floods have an impact on various aspects of community life, including physical, social, and economic conditions. The purpose of this research is to find out the forms of community adaptation in dealing with floods and identify the factors that influence them. This research used in-depth interviews with residents, village officials, and related government agencies. The results showed that community adaptation takes place at three scales: individual, community, and government. At the individual scale, residents elevate their houses, use wooden boards to protect valuables, and diversify income sources such as boat taxiing. The community strengthens social solidarity through cooperation to repair local infrastructure damaged by flooding. At the government level, despite mitigation efforts from BPBD, the PUPR Office, and the Social Affairs Office, budget and infrastructure constraints hinder long-term management. Factors affecting adaptation include infrastructure limitations, the strength of local social networks and limited support from the government. This research highlights the need for integrated planning and mitigation capacity building to strengthen community resilience to flooding.

Kata Kunci : Adaptasi masyarakat, Banjir, Permukiman kumuh, Kelurahan Pahandut Seberang

  1. S2-2025-526525-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526525-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526525-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526525-title.pdf