Analisis margin pemasaran bawang merah di Kabupaten Nganjuk
RESTUNINGRUM, Dina, Prof.Dr.Ir. Masyhuri
2004 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini dilakukan di desa Ngrami, kecamatan Sukomoro kabupaten Nganjuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran bawang merah, mengetahui keterkaitan antara harga di tingkat petani dengan harga di tingkat lembaga pemasaran, dan mengetahui pengaruh harga di tingkat petani, volume penjualan dan lembaga pemasaran terhadap margin pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode dasar analisis diskriptif dengan teknik survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode acak sesuai masing-masing kategori yaitu petani dan lembaga pemasaran. Jumlah sampel petani 30 orang, pedagang pengepul 6 orang dan pedagang pengecer 30 orang. Variabel yang diteliti antara lain harga, volume penjualan dan biaya baik di tingkat petani, pedagang pengepul maupun pedagang pengecer. Margin pemasaran diamati dengan menelusuri mata rantai saluran pemasaran. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi margin pemasaran digunakan anlisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran bawang merah melalui du macam saluran yaitu petani-pedagang pengepul-pedagang pengecer-konsumen dan petani-pedagang pengecer-konsumen. Pemasaran bawang merah basah dan kering melalui saluran pemasaran kedua (lebih pendek) akan memberikan bagian harga yang lebih besar kepada petani. Secara parsial margin pemasaran bawang merah basah dipengaruhi harga jual di tingkat petani, volume penjualan dan lembaga pemasaran. Setiap kenaikan harga di tingkat petani sebesar Rp. 1,- menyebabkan penurunan margin pemasaran bawang merah basah sebesar Rp. 0,96. Sementara itu margin pemasaran bawang merah kering secara parsial dipengaruhi harga di tingkat petani dan lembaga pemasarn. Setiap kenaikan harga di tingkat petani sebesar Rp. 1,- akan menyebabkan penurunan margin pemasaran bawang merah kering sebesar Rp. 1,05.
This research has done in Ngrami, Sukomoro, Nganjuk regency. Purposes of this research were (1) to analyzed marketing line and institution involved in wet onion and dry onion marketing, and (2) to analized how price, saling volume and intitution in farmer level, whole saler and retailer involve marketing margin. This research used descriptive analize. Research conception used random method base on category, these were onion farmer and institution; 30 samples of farmer, 6 samples of whole saler, and 30 samples of retailer. Variabels which analized were price, volume and cost in farmer level, whole saler and retailer. Marketing margin analized by followed onion marketing chain. The tool of analize used in this research was linear regresion. From this research known that there are two diference marketing line in wet and dry onion distribution. They are (1) Farmer-whole saler-retailer-customer and (2) farmer-retailer-customer. The second line (shorter line) in wet and dry onion distribution give more price share for farmer. In wet onion distribution, marketing margin involved by price in farmer level, saling volume and intitution. The increasing a rupiah of price in farmer level cause decreasing 0.96 rupiah o marketing margin. In dry onion distribution, marketing margin involved by price in farmer level and institution. The increasing a rupiah of price in farmer level cause decreasing 1.05 rupiah of marketing margin.
Kata Kunci : Agribisnis,Pemasaran Bawang Merah, Marketing margin, onion