Laporkan Masalah

Pengaruh Kebersatuan Suami-Istri terhadap Resiliensi Keluarga dengan Jenis Kelamin sebagai Moderator

Virna Amrita, Prof. Dr. Faturochman, M. A.

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

Kekuatan keluarga tercermin dari resiliensinya, yaitu kemampuan untuk menghadapi dan pulih dari tekanan atau krisis. Resiliensi sebuah keluarga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor dari berbagai tingkatan, termasuk faktor pada tingkat diad (suami-istri). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kebersatuan suami-istri terhadap resiliensi keluarga serta menganalisis efek moderasi dari jenis kelamin terhadap pengaruh tersebut. Sampel penelitian adalah 128 individu Warga Negara Indonesia berusia dewasa (18–64 tahun) yang memiliki suami atau istri yang sudah dinikahi selama 5 tahun dan berdomisili di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Alat ukur yang digunakan adalah Family Resilience Scale Short Form (FRS16) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan Skala Berbagi Komunal Pasangan. Analisis moderasi menunjukkan bahwa kebersatuan suami-istri terbukti secara sangat signifikan berpengaruh secara positif terhadap resiliensi keluarga, sedangkan jenis kelamin tidak memiliki efek moderasi terhadap pengaruh tersebut. Dari analisis ini, dapat dikatakan bahwa laki-laki maupun perempuan memanfaatkan kebersatuannya dengan pasangan dengan porsi yang relatif sama untuk membangun resiliensi keluarganya. Tidak adanya peran moderasi dapat mengindikasikan bahwa perempuan dan laki-laki tidak memiliki perbedaan signifikan dalam kebergantungannya terhadap pasangan.

The strength of a family is reflected in its resilience, which is the ability to cope with and recover from stress or crises. A family's resilience can be influenced by factors at various levels, including dyadic-level factors (husband-wife). This study aims to examine the effect of marital unity on family resilience and analyze the moderating effect of gender on this influence. The study sample consisted of 128 adult Indonesian citizens (aged 18–64) who have been married for at least five years and reside in the Special Region of Yogyakarta. The measurement tools used were the Family Resilience Scale Short Form (FRS16), which has been adapted into Indonesian, and the Communal Sharing Scale for Couples. Moderation analysis revealed that marital unity has a highly significant positive effect on family resilience, whereas gender does not moderate this effect. Based on this analysis, it can be concluded that both men and women utilize their marital unity in relatively equal proportions to build their family's resilience. The absence of a moderating role may indicate that men and women do not have significant differences in their dependence on their partners.

Kata Kunci : resiliensi keluarga, berbagi komunal, jenis kelamin

  1. S1-2025-473300-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473300-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473300-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473300-title.pdf