PERBANDINGAN ANGKA KEJADIAN DAN FAKTOR RESIKO TERJADINYA HERNIA INSISIONAL PADA KASUS KEGANASAN DAN NON KEGANASAN DI BIDANG BEDAH DIGESTIF: ANALISIS RETROSPEKTIF DI RSUP DR. SARDJITO PADA TAHUN 2018-2022
Muhammad Aries Fitrian, Dr.dr.Adeodatus Yuda Handaya Sp.B, Subsp B.D (K), FINACS dan Anis Fuad S.Ked, DEA
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Bedah
Latar belakang: Hernia insisional merupakan komplikasi pascaoperasi yang umum terjadi setelah laparotomi, dengan morbiditas dan dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Pasien dengan keganasan sering kali memiliki risiko yang lebih tinggi karena faktor-faktor seperti malnutrisi, imunosupresi, dan beberapa kali operasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan insidensi dan faktor risiko hernia insisional antara kasus keganasan dan non-keganasan pada operasi pencernaan.
Tujuan: Untuk menganalisis perbedaan kejadian dan faktor risiko hernia insisional pada kasus keganasan dan non keganasan pasca laparotomi di Departemen Bedah Digestif RSUP Dr. Sardjito tahun 2018 sampai 2022.
Metode: Penelitian kohort retrospektif dilakukan dengan menggunakan data rekam medis dari RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, terhadap pasien yang menjalani laparotomi bedah digestif pada tahun 2018 hingga 2022. Data demografi pasien, karakteristik klinis, faktor risiko, dan waktu terjadinya hernia insisional dianalisis menggunakan uji statistik univariat dan bivariat.
Hasil: Sebanyak 64 pasien dengan hernia insisional dianalisis, terdiri dari 34 kasus keganasan dan 30 kasus non-keganasan. Usia rata-rata adalah 59,4 tahun, dengan dominasi laki-laki sebesar 40,6%. Insiden hernia insisional lebih tinggi pada kasus keganasan. Faktor risiko signifikan yang diidentifikasi meliputi BMI, diabetes melitus, hipoalbuminemia, dan infeksi pada lokasi pembedahan. Waktu rata-rata terjadinya hernia pasca-laparotomi adalah 4 bulan.
Kesimpulan: Insiden hernia insisional secara signifikan lebih tinggi pada pasien dengan keganasan dibandingkan dengan kasus non-keganasan. Faktor-faktor seperti hipoalbuminemia dan infeksi pada lokasi operasi memegang peranan penting dalam perkembangan hernia insisional. Temuan ini menekankan perlunya strategi perawatan luka bedah dan nutrisi perioperatif yang lebih baik untuk mengurangi insiden hernia.
Background: Incisional hernia is a common postoperative complication following laparotomy, with significant morbidity and impact on patients’ quality of life. Patients with malignancies are often at higher risk due to factors such as malnutrition, immunosuppression, and multiple surgeries. This study aims to compare the incidence and risk factors of incisional hernia between malignancy and non-malignancy cases in digestive surgery.
Objective: To analyze the differences in incidence and risk factors of incisional hernia in malignancy and non-malignancy cases following laparotomy in the Digestive Surgery Department of RSUP Dr. Sardjito from 2018 to 2022.
Methods: A retrospective cohort study was conducted using medical records from RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, for patients who underwent laparotomy for digestive surgery between 2018 and 2022. Data on patient demographics, clinical characteristics, risk factors, and time of incisional hernia occurrence were analyzed using univariate and bivariate statistical tests.
Results: A total of 64 patients with incisional hernia were analyzed, comprising 34 malignancy and 30 non-malignancy cases. The mean age was 59.4 years, with a male predominance of 40.6%. The incidence of incisional hernia was higher in malignancy cases. Significant risk factors identified included BMI, diabetes mellitus, hypoalbuminemia, and surgical site infection. The median time of hernia occurrence post-laparotomy was 4 months.
Conclusion: The incidence of incisional hernia is significantly higher in patients with malignancy compared to non-malignancy cases. Factors such as hypoalbuminemia and surgical site infections play a crucial role in the development of incisional hernia. These findings emphasize the need for improved perioperative nutritional and surgical wound care strategies to reduce hernia incidence.
Kata Kunci : Keywords: Incisional hernia, malignancy, risk factors, laparotomy, surgical complications