Laporkan Masalah

Pemanfaatan angkatan kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta : Analisis Data Susenas 2003

Agustina Rokhmiati, Drs. Sukamdi, M.Sc.; Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A.

2006 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Pemanfaatan angkatan kerja akan lebih mencerminkan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia sebagai negara berkembang, hususnya di D.I. Yogyakarta. Propinsi D.I. Yogyakarta memiliki ciri demografi yang berbeda dibanding Indonesia secara umum yaitu berupa pertumbuhan penduduk yang relatif rendah (0,72 persen, tahun 2000) dibanding Indonesia (1,49 persen, tahun 2000). Namun, rendahnya pertumbuhan penduduk di Daerah Istimewa Yogyakarta belum diikuti dengan penurunan jumlah penduduk usia kerja sehingga jumlah angkatan erja masih selalu membengkak. Selain itu ada perbedaan kondisi di masing-masing kabupaten/kota sehingga perlu dikaji lebih lanjut pemanfaatan angkatan kerja di D.I. Yogyakarta dan variasinya di masing-masing daerah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan angkatan kerja di D.I. Yogyakarta menurut karakteristik angkatan kerja dan mengetahui ada tidaknya variasi pemanfaatan angakatn kerja antar kabupaten/kota di D.I. Yogyakarta. Konsep yang digunakan dalam analisi pemanfaatan angkatan kerja adalah konsep yang diperkenalkan Hauser (membedakan angakatn kerja yang mengalami pemanfaatan penuh dan pemanfaatan tidak penuh). Kemudian pemanfaatan tidak penuh dijabarkan menjadi setengah penganggur sukarela, setengah penganggur terpaksa dan setengah penganggur semu berdasarkan apa yang dikemukakan Esmara (1986). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Susenas Kor 2003. Susenas merupakan satu-satunya survei yang mencakup data ketenagakerjaan sampai tingkat kabupaten/kota. Data diolah menggunakan program SPSS version 11.0 dan disajikan dalam bentuk tabel silang dan tabel frekuensi. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif berdasarkan data pada tabel. Hasil studi menunjukkan bahwa, secara umum tingkat pemanfaatan kurang (55,1 persen) lebih tinggi dibanding tingkat pemanfaatan penuh (44,9 persen). Sedangkan antara tingkat penganggur terbuka (10.0 persen) dan tingkat pemanfaatan tidak penuh relatif tinggi pada daerah yang kondisi perekonomiannya lemah (Kulon Progo 54,4 persen, Bantul 50,6 persen dan Gunung Kidul 52,5 persen) sedangkan daerah yang perekonomiannya maju maka pemanfaatan tidak penuh relatif lebih rendah (Sleman 45,8 persen dan Yogyakarta 48,3). Setengah penganggur sukarela lebih tinggi pada daerah yang dominan oleh pertanian (Gunug Kidul 44,6 persen), sedangkan setengah penganggur semu lebih banyak dijumpai pada daerah yang sektor jasa berkembang pesat (Sleman 52,3 persen dan Yogyakarta 59,4 persen). Pemanfaatan tidak penuh juga tinggi pada pendidikan renda (51,6 persen) dan pada jenis pekerjaan kasar (70,4 persen). Jelas bahwa permasalahan ketenegakerjaan di D.I. Yogyakarta lebih banyak pada mereka yang bekerja. Selain itu tingginya pendidikan di D.I. Yogyakarta ternyata belum diimbangi dengan produktivitas kerja yang maksimal. Terbukti banyak dari mereka yang bekerja mengalami pemanfaatan tidak penuh dalam berbagai bentuk

Labor force utilization will reflect the employment condition in Indonesia as the developing country, particularly in Yogyakarta Special Region. Yogyakarta Special Region has distinct demographic characteristics compared to Indonesia in general, for instance the population growth which is relatively low (0,72 percent, year 2000) compared to Indonesia (1,49 percent, year 2000). However, the decrease of the population growth in Yogyakarta Special Region has not yet been followed by the decrease of the number working-age population so that the number of labor force is still high. Besides, there are dstinctive conditions in each sub-province or city so that the labor force in Yogyakarta Special Region and its variation is needed to be obeserved. The aim of this research is to observe the labor force utilization in Yogykarta Special Region according to the characteristics of labor force and to identify the variation of labor force utilization between sub-province or city in Yogyakarta Special Region. The theory that is used in analysing labor force is the theory that is introduced by Hauser (differ the labor force that deal with fully utilized and under utilized). Next, esmara (1986) states that under utilized is formulated to be voluntaru under unemployment, forced under unempleyoment, and abstract under unemployment. The data used in this researcg is Susenas Kor 2003. Susenas is the only survey which covers the workforce data until the sub=province or city level. The data is processed by using the SPSS version 11.0 and presented in the form of crossed tables and tables of frequency. The method employed is the descriptive analysis based on the data at tables. Based on the results of this research, generally the rate of under utilized (55.1 percent) is higher than the rate of fully utilized (44,9 percent). Meanwhile, between the rate of open unemployment (10.0 percent) and the rate of under utilized (45.0 percent), occur that under utilized is higher. Under utilized is realtively higher in the area with low economic growth (54.4 percent in Kulon Progo, 50.6 percent in Bantul, and 52.5 percent in Gunung Kidul) while in the area with hight economic growth under utilized is realtively lower (45.8 percent in Sleman and 48.3 percent in Yogyakarta). The rate of vluntary under unemployment is higher in the area of dominantly agriculture (44.6 percent in Gunung Kidul), while the abstract under unemployment are mostly found in the area having more service sectors which rapidly grow (52.3 percent in Sleman and 59.4 percent in Yogyakarta). The under utilized is also higher in low education (51.6 percent) and at unskilled work type (70.4 percent). It is obvious that the problems of labor utilization in Yogyakarta Special Region are found more in those who have the job already. Moreover, high education in Yogyakarta Special Region has not yet been balanced by the maximal work productivity. It is proved that most of those who work deal with under utilized in many ways.

Kata Kunci : Angkatan kerja,DIY

  1. S1-2006-150263-Agustina_Rokhmiati-abstract.pdf  
  2. S1-2006-150263-Agustina_Rokhmiati-bibliography.pdf  
  3. S1-2006-150263-Agustina_Rokhmiati-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2006-150263-Agustina_Rokhmiati-title.pdf