Laporkan Masalah

Evaluasi kelayakan investasi peternakan ayam ras petelur UD. Bakal Unggul di Kota Palu

AZIZ, Hendra, Dr.Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS

2004 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini dilakukan pada peternakan ayam ras petelur UD.Bakal Unggul yang terletak di Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan investasi, tingkat penjualan minimum yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian, serta tingkat perubahan harga input dan output terhadap kelayakan usaha ini. Hipotesis yang diajukan adalah diduga usaha dibidang peternakan ayam ras petelur layak dan menguntungkan ditinjau dari aspek manajemen, pemasaran, teknik/produksi, keuangan dan kriteria-kriteria dalam penilaian investasi. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah laporan keuangan yakni laporan rugi laba dan neraca periode produksi tahun 2000 sampai 2003. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan metode empiris analitis abstrak. Untuk mengetahui titik impas diukur dengan analisis Break even point (BEP), analisis rasio keuangan digunakan Rasio profitabilitas, Likuiditas, Solvensi, dan Efisiensi, sedangkan analisis kelayakan investasi diukur dengan kriteria Payback period (PP), Net present value (NPV), Internal rate of return (IRR) dan Profitability Index (PI). Untuk mengetahui kepekaan usaha peternakan ayam ras petelur ini terhadap perubahan pendapatan dan biaya variabel dilakukan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya tingkat penjualan minimum yang harus dicapai adalah 1.069 butir telur dengan nilai sebesar Rp. 411.673. Dengan analisis rasio keuangan menunjukkan manajemen pengelolaan keuangan dan efisiensi pada peternakan ini baik dan tepat. Hasil analisis kelayakan berdasarkan kriteria-kriteria penilaian investasi memberikan hasil PP selama 0,252 tahun atau 3,024 bulan, NPV sebesar Rp. 298.267.830., IRR sebesar 66,69 % dan PI sebesar 3,07., hasil ini memperlihatkan bahwa usaha peternakan ini layak untuk dilanjutkan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan harga jual produk hingga 10% maupun kenaikan biaya variabel hingga 10 % investasi pada usaha ini dinilai layak dan menguntungkan, demikian pula apabila terjadi penurunan harga jual produk 5 % dan kenaikan biaya variabel 5 % secara bersamaan memperlihatkan bahwa usaha peternakan ayam ras petelur ini masih layak untuk dilanjutkan, akan tetapi bila kenaikan tersebut mencapai 10 % secara bersamaan maka akan memberikan nilai NPV yang negatif sehingga investasi tidak layak untuk dilanjutkan.

The research is carried out at UD. Bakal Unggul, an egg producing chicken farm in Palu the province of Central Sulawesi. The purpose is to determine the investment adequacy, minimum sale rate to achieve in order not to avoid loss, and the change rate of input and output cost on the appropriateness of the business. The hypothesis is that egg producing chicken farm is expected to be appropriate and profitable viewed from the aspects of management, marketing, technique/production, finance and criterion in investment assessment. In the current research the data in use if financial reports including profitlost report and balance sheet of production period 2000 to 2003. The data is analyzed in qualitative and quantitative way using abstract analytical-empirical method. To ascertain the square point, the measurement is brought about using break even point (BEP) analysis. While financial ratio analysis uses the ratios of profitability, liquidity, solvency and efficiency, the investment appropriateness analysis is measured using Payback period (PP) criterion, Net present value (NPV), Internal rate of return (IRR) and Profitability index (PI). To find out the sensitivity of this egg producing chicken farm business toward the change of revenue and variable costs was carried out sensitivity analysis. The result of the reseach indicates that the amount of minimum sale rate to achieve is 1,069 eggs of Rp. 411,673.00. The financial ratio analysis shows that the management of financial management of the farm is fit and proper. The result of appropriateness analysis based on investment assessment criterion shows that PP yields for 0.252 year or 3.024 months, with NPV of Rp. 298,267,830.00; IRR of 66.69 % and PI of 3.07. The figures indicate that the egg-chicken farm is appropriate to proceed. The sensitivity analysis indicates that despite the decrease of product selling price to as low as 10% and increase of variable cost of 10% investment on the business it is still proper and profitable. The same goes to the figure of 5 % in decrese of product selling price and 5 % of variable cost increase at the same time, which indicates that the business is still proper to proceed. But with the figure of 10 % at the same time, NPV turns out to be negative which means that the investment is not proper to continue.

Kata Kunci : Agribisnis,Peternakan Ayam Ras Petelur,Kelayakan Investasi, Egg Producing Chicken Farm, Investment, Revenue, Cost, Sensitivity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.