Persepsi Karakteristik Inovasi Terhadap Adopsi Teknologi Konstruksi Digital Di PT Hutama Karya (Persero) Divisi Gedung
Febriyanto Sihombing, Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo, S.T.P., M.Eng.
2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Adopsi teknologi konstruksi digital telah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan dalam industri konstruksi, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh persepsi karakteristik inovasi terhadap adopsi teknologi konstruksi digital di PT Hutama Karya (Persero) Divisi Gedung. Teori Difusi Inovasi oleh Rogers (1983) yang dimodifikasi oleh Moore dan Benbasat (1991) digunakan sebagai kerangka konseptual, dengan delapan karakteristik inovasi: keunggulan relatif, kesesuaian, kemudahan penggunaan, dapat diuji coba, visibilitas, keteramatan hasil, kesukarelaan, dan citra. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan informatif dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui kuesioner berbasis Likert yang didistribusikan secara daring kepada pengguna teknologi konstruksi digital di PT Hutama Karya (Persero). Data sekunder berupa literatur, laporan internal, dan studi terdahulu digunakan untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa karakteristik inovasi, seperti keunggulan relatif dan kesesuaian, memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi, sementara kompleksitas integrasi teknologi menjadi hambatan utama dalam implementasi. Hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya strategi peningkatan adopsi teknologi konstruksi digital melalui penguatan persepsi positif terhadap karakteristik inovasi. Temuan ini diharapkan dapat membantu PT Hutama Karya (Persero) dan perusahaan serupa dalam mengoptimalkan implementasi teknologi digital untuk menjawab tantangan pasar yang dinamis dan meningkatkan daya saing di sektor konstruksi.
The adoption of digital construction technology has
become a strategic step to enhance efficiency, productivity, and sustainability
in the construction industry, including in Indonesia. This study aims to
explore the influence of perceived innovation characteristics on the adoption
of digital construction technology at PT Hutama Karya (Persero) Building
Division. The Diffusion of Innovation Theory by Rogers (1983), modified by
Moore and Benbasat (1991), was employed as the conceptual framework, incorporating
eight innovation characteristics: relative advantage, compatibility, ease of
use, trialability, visibility, observability, voluntariness, and image. This
research adopts a descriptive and informative approach using a survey method.
Primary data were collected through a Likert-scale-based questionnaire
distributed online to users of digital construction technology at PT Hutama
Karya (Persero). Secondary data, including literature, internal reports, and
previous studies, were utilized to support the analysis. The findings indicate
that certain innovation characteristics, such as relative advantage and
compatibility, significantly influence the adoption level, whereas the
complexity of technology integration poses a major barrier to implementation.
This study provides insights into the importance of strategies for enhancing
the adoption of digital construction technology by strengthening positive
perceptions of innovation characteristics. These findings are expected to
assist PT Hutama Karya (Persero) and similar companies in optimizing digital
technology implementation to address dynamic market challenges and improve
competitiveness in the construction sector.
Kata Kunci : Teknologi konstruksi digital, Perceived Characteristics of Innovation (PCI), adopsi teknologi