Analisis bisnis UPKG Dafep di Pasar Tani Gabusan Kabupaten Bantul
SETIYANINGSIH, Caecilia Sri, Dr.Ir. Irham, MSc
2004 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisProgram (Desentralized Agriculture and Forestry Extention Project - Proyek Desentralisasi Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan) DAFEP adalah salah satu program dari Bank Dunia, yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul yang kemudian dibentuk suatu Komisi Penyuluhan yang anggotanya terdiri dari BIPP (Balai Informasi Penyuluhan Pertanian) beserta Dinas/ Instansi yang terkait untuk membentuk Unit Pengelola Kelompok Gabungan (UPKG) yang mewakili kelompok tani ditiap-tiap desa, Program Dafep membiayai kegiatan pembelajaran sebanyak 40 desa untuk tahun 2001-2003 dan 15 desa dibiayai dari APBD tahun 2003 adapun tujuan dari Program Dafep ini adalah: meningkatkan kemampuan petani dalam berpartisipasi dan memimpin kegiatan penyuluhan serta mendorong sistem usaha tani yang layak dan dapat diterima masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kegiatan pembelajaran dari program dan mengetahui pendapatan rata-rata UPKG serta faktor-faktor yang memepengaruhi pendapatan di pasar tani, penelitian ini dilakukan di 25 UPKG Desa di Kabupaten Bantul Yogyakarta, yang merupakan peserta dari Pasar Tani Gabusan di Jln. Parangtritis Gabusan Yogyakarta, dengan melakukan wawancara kepada pengurus dimasing-masing UPKG. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan dari Program Dafep telah banyak membantu para petani bagaimana cara-cara meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertaniannya, pengolahan produksi pertanian, kegiatan sampingan lain yang menambah kesejahteraan anggota kelompok tani. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan UPKG di pasar tani yaitu: jumlah produk yang dijual dan jumlah pesaing produk yang sama. Dari hasil analisis terlihat bahwa semakin banyak jenis yang dijual semakin besar pendapatan UPKG dan sebaliknya. Tetapi semakin banyak pesaing produk yang sama maka semakin kecil pendapatan UPKG dan sebaliknya.
Program the Desentralisation Agriculture and Forest Extention Program the ( DAFEP) is one of program from World Bank, what work along Governmentally is later Regency Bantul formed by and Counselling Commission which its member is consisted of by the BIPP ( Hall of Information of Agriculture Counselling) therewith On duty related Institution to form the Unit of Organizer of Merger Group ( UPKG) deputizing farmer group of every countryside, Program the Dafep defray the study activity as much 40 countryside for the year of 2001-2003 and 15 countryside defrayed from APBD year 2003 as for intention of this Program Dafep is improving farmer ability in participating and leading counselling activity and also push the system of is effort acceptable and competent farmer of society. This research aim to know result of study activity from program and know the earnings of mean UPKG and also factors influencing earnings in farmer market, this research is conducted in 25 UPKG Countryside in Bantul Regency of Yogyakarta, representing competitor from Market of Farmer Gabusan in Jln. Parangtritis Gabusan Yogyakarta, by conducting interview to manager of each UPKG. Method used by is descriptive method. Result of Research of about activity from Program Dafep have a lot of assisting all farmer of how way of increase product and its agricultural produce productivity is agro product processing, other; dissimilar peripheral activity adding prosperity of member of farmer group. Factors influencing earnings UPKG in farmer market that is: product sold and sum up competitor. From result analyse seen by that more and more type sold ever greater of earnings UPKG conversely. But more and more same product competitor hence smaller earnings UPKG conversely.
Kata Kunci : Agribisnis,Usahatani,Program DAFEP