Laporkan Masalah

ANALISIS STRUKTUR MODAL OPTIMAL PT HUTAMA KARYA (PERSERO)

Sony Lesmana, R. Agus Sartono, Prof., Dr., M.B.A.,

2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

PT Hutama Karya (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang jasa konstruksi, pengembang dan penyedia jasa jalan tol. Melalui Peraturan Presiden No. 100 Tahun 2014 Pemerintah memberi penugasan kepada perusahaan dalam pembangunan dan pengembangan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) meliputi pendanaan, perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian, dan/atau preservasi. Dengan kondisi proyek JTTS yang hanya memiliki kelayakan secara ekonomi namun tidak secara finansial membuat manajemen perusahaan harus mengambil keputusan komposisi struktur modal yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur modal optimal PT Hutama Karya (Persero) yang dapat meminimalkan biaya modal dan memaksimalkan nilai perusahaan.

Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu pendekatan biaya modal untuk mengetahui tingkatan rasio utang terhadap modal perusahaan yang mampu meminimalkan biaya rata-rata modal tertimbang (WACC) sehingga mampu memaksimalkan nilai perusahaan dan pendekatan kedua yaitu analisis komparatif perusahaan dengan dua kompetitor terdekatnya yang berada pada industri yang sama dan masih termasuk kedalam kategori BUMN.

Struktur modal perusahaan mengalami perubahan dari periode 2020-2023, dimana pada tahun 2020 komposisi rasio utang yang digunakan sebesar 33,60?n mengalami penurunan sepanjang tahun sampai dengan 22,82% pada tahun 2023. Hal tersebut juga menyebabkan perubahan pada nilai WACC pada periode amatan, dimana nilai WACC paling rendah berada pada tahun 2023 sebesar 14,18%. Hasil penelitian menjelaskan bahwa struktur modal optimal perusahaan pada tahun 2023 berada pada komposisi penggunaan rasio utang terhadap modal sebesar 20,00% yang menghasilkan nilai WACC sebesar 14,05?n total nilai intrinsik perusahaan sebesar Rp74.493 Miliar.

PT Hutama Karya (Persero) is a State-Owned Enterprise (SOE) engaged in construction services, toll road development, and provision. Through Presidential Regulation No. 100 of 2014, the government assigned the company to the construction and development of the Trans-Sumatera Toll Road (JTTS), encompassing funding, technical planning, construction implementation, operation, and/or preservation. Given the condition of the JTTS project, which is economically viable but not financially feasible, the company's management must make appropriate capital structure decisions. Therefore, this study aims to analyze the optimal capital structure of PT Hutama Karya (Persero) to minimize the cost of capital and maximize the company's value.

This research employs two methods: a cost of capital approach to determine the debt-to-equity ratio that minimizes the weighted average cost of capital (WACC) and maximizes the company's value, and a comparative analysis approach with two of its closest competitors in the same industry, which are also categorized as SOEs.

The company's capital structure experienced changes during the 2020–2023 period. In 2020, the debt-to-equity ratio was 33.60%, which gradually decreased to 22,82% in 2023. This change also affected the WACC during the observation period, with the lowest WACC recorded in 2023 at 14,18%. The study results indicate that the company's optimal capital structure in 2023 is achieved with a debt-to-equity ratio of 20,00%, resulting in a WACC of 14,05% and an intrinsic company value of IDR 74.493 billion.

Kata Kunci : Struktur modal optimal, WACC, nilai perusahaan

  1. S2-2025-509925-abstract.pdf  
  2. S2-2025-509925-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-509925-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-509925-title.pdf