Kajian Konservasi Lingkungan melalui Agroforestri dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus di Desa Nglanggeran, Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
Maryam Fitriana, Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A.; Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, M.S.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan
Masyarakat Desa Nglanggeran mengembangkan sistem agroforestri sebagai bentuk pemanfaatan lahan. Sebagian besar petani di Desa Nglanggeran menanami tegalan dan pekarangan mereka dengan jenis Multipurpose Tree Species (MPTS) seperti kakao, durian, kelapa, melinjo, dan sebagainya. Agroforestri dipandang sebagai salah satu pendekatan untuk menghasilkan produk pertanian maupun perternakan serta manfaat sosial (Briggs dan Knight, 2019). Namun di sisi lain, salah satu masalah dalam praktik agroforestri adalah erosi. Erosi dapat dikurangi dengan melakukan tindakan konservasi di lahan pertanian. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peta rupa bumi, peta tanah, data curah hujan, dan interpretasi citra SPOT 6, serta data primer pengukuran di lapangan. Metode yang digunakan adalah menentukan satuan unit kerja, kemudian observasi dan pengambilan sampel tanah untuk diuji, dan dianalisis dengan formula RUSLE (Revised Universal Soil Equation). Selanjutnya, dilakukan analisis tingkat bahaya erosi (TBE). Analisis deskriptif selanjutnya pada kesejahteraan petani dilakukan berdasarkan hasil wawancara kepada para petani yang ditunjuk dengan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan luas lahan agroforestri di Desa Nglanggeran seluas 489,34 hektar, dengan kelas TBE sedang hingga berat ditemukan pada lahan agroforestri. Pengaruh pengembangan agroforestri terhadap kesejahteraan petani berdasarkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pangan masih tergolong rendah.
The Nglanggeran Village community has been developing an agroforestry system as a form of land use. Most farmers in Nglanggeran plant their fields with Multipurpose Tree Species (MPTS) such as cocoa, durian, coconut, melinjo, and so on. Agroforestry is seen as an approach to producing agricultural and livestock products as well as social benefits (Briggs and Knight, 2019). But one of the problems in agroforestry practice is erosion. Erosion can be reduced by implementing conservation measures on agricultural land. The data used in this research are earth maps, soil maps, rainfall data, and SPOT 6 image interpretation, as well as primary data from measurements in the field. The method used is determining the work units, then observing and taking soil samples to be tested, and analyzed using the RUSLE (Revised Universal Soil Equation) formula. An erosion hazard level (EHL) analysis was carried out. Further descriptive analysis on farmer welfare was carried out based on the results of interviews with designated farmers using the purposive sampling method. The results showed that the area of agroforestry land in Nglanggeran Village was 489.34 hectares, with moderate to severe TBE classes found on agroforestry land. The impact of agroforestry development on farmer welfare based on income to supply food needs is still relatively low.
Kata Kunci : Erosi, Agroforestri, Nglanggeran