Hubungan Karakteristik Sosiodemografi terhadap Tingkat Pengetahuan dan Praktik Apoteker tentang Pemberian Informasi Keamanan Pengobatan pada Ibu Menyusui di Apotek
Nadia Nur Islami, apt. Rizka Prita Yuliani, S.Farm., M.Pharm.
2025 | Skripsi | FARMASI
Selama menyusui seorang ibu bisa mengalami berbagai keluhan dan membutuhkan obat-obatan. Pemberian obat pada ibu menyusui perlu mendapatkan perhatian khusus akibat adanya obat yang terekskresi dalam Air Susu Ibu (ASI) sehingga ada risiko paparan obat tersebut ke bayi saat disusui oleh ibunya. Pengetahuan dan praktik apoteker berkaitan dalam menganalisis dan memastikan keamanan dari suatu pengunaan obat pada ibu menyusui. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sosiodemografi, pengetahuan dan praktik apoteker dalam pengobatan untuk ibu menyusui.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan convenience sampling dengan responden berupa apoteker yang bekerja di apotek. Instrumen yang digunakan yaitu dengan kuesioner yang disebarkan bersamaan dengan workshop berjudul “Workshop Keamanan Obat pada Ibu Hamil dan Menyusui”. Teknik analisis dari penelitian ini dianalisis deskriptif dan statistik dengan Chi Square yang dilakukan untuk melihat hubungan antar variabel dengan taraf kepercayaan 90% (p-value <0>
Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 351 responden yang berpartisipasi dalam penelitian memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi sebanyak 160 (45,6%) responden dan sebagian responden memiliki pengetahuan rendah sebanyak 191 (54,2%) responden. Apoteker dengan praktik baik sebanyak 170 (48,4%) responden dan sebagian praktik kurang sebanyak 181 (51,6%) responden. Hasil uji statistik Chi Square menunjukkan terdapat hubungan antara karakteristik sosiodemografi durasi praktik terhadap tingkat pengetahuan dengan nilai (p-value 0,003). Karakteristik sosiodemografi durasi praktik terdapat hubungan terhadap praktik apoteker dengan nilai (p-value <0> Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap praktik apoteker (p-value 0,916).
During breastfeeding, a mother can experience various complaints and require medication. Giving medication to breastfeeding mothers requires special attention due to the presence of drugs excreted in breast milk (ASI) so that there is a risk of exposure to the drug to the baby when breastfed by the mother. Pharmacist knowledge and practice are related to analyzing and ensuring the safety of drug use in breastfeeding mothers. The purpose of this study was to determine the relationship between sociodemographics, knowledge and practice of pharmacists in medication for breastfeeding mothers.
This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sampling technique in this study used convenience sampling with respondents in the form of pharmacists who work in pharmacies. The instrument used was a questionnaire distributed together with a workshop entitled "Drug Safety Workshop for Pregnant and Breastfeeding Mothers". The analysis technique of this study was analyzed descriptively and statistically with Chi Square which was carried out to see the relationship between variables with a confidence level of 90% (p-value <0>
The results of this study showed that 351 respondents who participated in the study had a high level of knowledge of 160 (45,6%) respondents and some respondents had low knowledge of 191 (54,2%) respondents. Pharmacists with good practice were 170 (48,4%) respondents and some had poor practice of 181 (51,6%) respondents. The results of the Chi Square statistical test showed that there was a relationship between sociodemographic characteristics of practice duration and level of knowledge with a value (p-value 0,003). Sociodemographic characteristics of practice duration had a relationship with pharmacist practice with a value (p-value <0>
Kata Kunci : Apoteker, Pengetahuan, Praktik, Menyusui, Keamanan Obat