Analisis pemasaran bawang putih di Kabupaten Timor Tengah Selatan
SABNENO, Melianus, Dr.Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS
2004 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pemasaran komoditi bawang putih serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran pada pola pemasaran bawang putih di Kabupaten TTS. Cara pengumpulan data dari responden adalah lewat wawancara dan penyebaran kuisioner. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis marjin pemasaran, analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran, analisis korelasi untuk mengetahui integrasi pasar dan analisis elastisitas harga untuk mengetahui hubungan harga bawang putih pada suatu tingkat pemasaran dengan harga pada tingkat pemasaran berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran komoditi bawang putih di Kabupaten TTS adalah pedagang pengumpul kecamatan, pedagang pengumpul kabupaten dan pedagang pengecer. Besarnya marjin pemasaran yang diperoleh pedagang pada setiap saluran pemasaran adalah masing-masing sebesar Rp.2.434 untuk pedagang pengumpul kecamatan, Rp.3.000 untuk pedagang pengumpul kabupaten dan Rp.1,348.- untuk pedagang pengecer. Sedangkan rata-rata besarnya harga yang diterima petani dari harga yang ditawarkan pedagang (share of farmer) adalah sebesar 35,52%, pada jalur pemasaran 2 (petani ke pedagang kabupaten) dan 31,52% pada jalur pemasaaran 1 (petani ke pedagang kecamatan). Faktor-faktor berpengaruh terhadap marjin pemasaran bawang putih di Kabupaten TTS adalah harga di tingkat petani, dan volume pemasaran di tingkat pedagang. Hasil Analisis terhadap integrasi pasar diketahui bahwa integrasi pasar bawang putih di Kabupaten TTS tidak sempurna (b=0,8), ini berarti kegiatan pemasaran yang berlangsung tidak efisien sedangkan korelasi antara harga bawang putih di tingkat petani dan di tingkat pedagang adalah korelasi lemah. Analisis terhadap nilai elastisitas harga (ET) komoditi bawang putih di Kabupaten TTS diperoleh nilai ET = 0.45 (ET<1), artinya kenaikan harga di tingkat pedagang lebih rendah dibandingkan harga di tingkat petani.
This research was aimed to analysis the efficiency marketing of garlic and also know factors influencing marketing margin of garlic in East Middle South Regency. The method used to collect data from responden was interview and distribution questionair. Analysis margin of marketing and double regression analysis is to know factors influencing marketing margin, correlation analysis to know market integration and price elasticity analysis to know garlic price relation at one particular marketing level with the price of the next marketing level Results of this research indicate that marketing institute of garlic commodity in TTS regency is district, obtained regency collectors and dealer. Level of marketing margin of merchant in each marketing channel is Rp.2.434,- for the district collectors is Rp.3.000,- for the regency collectors and Rp.1,348.- for dealer. While mean of accepted price by farmer on the market merchant in each marketing channel is 35,52% for the second market channel (from farmer to merchant of compiler regency) and 31,52% for the first market channel (from farmer to merchant of compiler district). The high efficient marketing channel to farmer in marketing of garlic commodity of TTS regency is together sell to regency collectors. Factors having an effect on margin marketing of garlic in TTS regency is price in farmer level and volume marketing in merchant level. Result of inefficient analysis in market integration known that its imperfect (b=0,8), this means activity marketing that goes on, while correlation between garlic price in farmer level and merchant level is weak. Analysis price elasticity value in TTS regency obtained by value of ET = 0.45 ( ET<1), its meaning the increase of price in merchant level is lower than the price in farmer level.
Kata Kunci : Agribisnis,Pemasaran Bawang Putih, Margin of Marketing, Integration Market, Garlic commodity