Laporkan Masalah

Analisis usaha ternak ayam ras pedaging UD. Mandiri Utama di Ternate

JOISANGADJI, Sjamsul Nandar, Dr.Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS

2004 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan budidaya ternak ayam ras pedaging UD. Mandiri Utama di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara dengan tujuan untuk (a) mengetahui tingkat penjualan minimum yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian; (b) mengetahui kelayakan finansial dan (c) mengetahui tingkat perubahan harga input dan output terhadap kelayakan usaha ini. Hipotesis yang diajukan adalah (1) diduga tingkat penjualan yang dilakukan lebih tinggi dari tingkat penjualan minimum; (2) diduga secara finansial, investasi pada usaha ternak ayam ras pedaging ini layak untuk dilakukan; (3) diduga perubahan harga input dan output berpengaruh terhadap kelayakan usaha ternak ayam ras pedaging. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah laporan laba rugi dan data penjualan selama Bulan Januari sampai dengan Desember 2003. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan metode accounting. Untuk mengetahui titik impas diukur dengan analisis Break Even Point (BEP), sedangkan analisis kelayakan finansial diukur dengan indikator Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability Index (PI). Untuk mengetahui kepekaan usaha peternakan ayam ras pedaging ini terhadap perubahan biaya variabel dan pendapatan dilakukan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya tingkat penjualan minimum yang harus dicapai adalah 622 ekor dengan nilai sebesar Rp. 8.708.834. Hasil analisis finansial memberikan hasil NPV sebesar Rp. 637.909.882 per 5 tahun, PP selama 0,785 tahun atau 9,42 bulan, IRR sebesar 25,19 % dan PI sebesar 3,89, hasil ini memperlihatkan bahwa usaha peternakan ini layak untuk dilakukan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa meskipun terjadi kenaikan biaya variabel hingga 15 % maupun penurunan harga jual produk hingga 15 %, demikian pula apabila terjadi kenaikan biaya variabel sebesar 5 % dan penurunan harga jual produk sebesar 5 % secara bersamaan memperlihatkan bahwa usaha agribisnis ternak ayam ras pedaging ini tetap layak untuk dilakukan, akan tetapi bila kenaikan biaya variabel sebesar 10 % dan penurunan harga jual produk sebesar 10 % secara bersamaan akan memberikan nilai NPV yang negatif sehingga investasi tidak layak untuk dilakukan.

This study was carried out in poultry company broiler chicken at UD. Mandiri Utama in Ternate County, North Mollucas Province, aiming to find out (a) the minimum level of sale at break even point; (b) the financial reliability and (c) the input and output level of the company at reliable of this business. The hypotheses proposed were (1) it is predicted that the sale is higher than the minimum sale level; (2) it is predicted financially, that investment in this broiler chicken company is reliable to carry out; (3) it is predicted that the change of input and output price affect the business reliability of broiler chicken. The data used in this study were balance budget and sales data within the period from Januari to December 2003. The data were analyzed descriptively and quantitatively using accounting method. The balance point was analyzed by using Break Even Point (BEP), while the financial analysis was measured using Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Internal Rate of Return (IRR) and Profitability Index (PI). The sensitivity analysis of this broiler chicken business toward the change of variable cost and revenue was carried out sensitivity analysis. The results of the study show that the amount of minimum sales level obtain about 622 chickens of Rp. 8.708.834. The result of the financial analysis gave NPV result of Rp. 637.909.882 for 5 year, PP within 0,785 year or 9,42 month, IRR was of 25,19 % and PI was of 3,89. These results show that this business was reliable to carry out. The sensitivity analysis show that increase in output price up to 15 %, variable cost of 5 % and the decrease in output price of 5 % simultaneously show that the agribusiness of broiler chicken was still reliable to carry out, but if the variable cost increase until 10 % and the decrease in price until 10 %, simultaneously would give negative NPV value so that the investment was not reliable to carry out.

Kata Kunci : Agribisnis,Analisis Usaha,Ternak Ayam Ras Pedaging, The Broiler Chicken Business, Investment, Break Even Point, Revenue, Sensitivity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.