A Pharmacy’s Si-Care (Schizophrenia Care) Program to Improve Medication Adherence and Therapy Outcome in Patients with Schizophrenia
Noor Cahaya, Prof. Dr. apt. Susi Ari kristina, M.Kes; apt. Anna Wahyuni Widayanti, M.PH, Ph.D; Prof. James A Green, Ph.D.
2025 | Disertasi | S3 Ilmu FarmasiSkizofrenia adalah gangguan mental kronis yang ditandai dengan tantangan dalam kepatuhan pengobatan, yang secara signifikan memengaruhi hasil terapi. Program Si-Care (Schizophrenia Care) dikembangkan sebagai intervensi berbasis home care yang dilakukan oleh farmasis untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan mendukung pengendalian gejala pada orang dengan skizofrenia. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi penyakit, mencari pengobatan dan perilaku minum obat, mengembangkan program Si-Care, dan mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan dan mengelola gejala. Menggunakan pendekatan mixed-method, dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan pre-dan-post kuasi eksperimental tanpa kelompok kontrol. Dilaksanakan di Banjarmasin, Indonesia, 57 orang dengan skizofrenia dan pengasuh mereka berpartisipasi dalam program tersebut. Program Si-Care melibatkan farmasis dalam tujuh kali kunjungan rumah yang dipimpin oleh apoteker selama 4 bulan, dengan fokus pada pendidikan, konseling, dan pemantauan pengobatan. Data kualitatif dianalisis secara tematis, kepatuhan diukur dengan metode pill count, dan keparahan gejala diukur dengan PANSS (Positive and Negative Syndrome Scale). Hasil tahap pertama menunjukkan partisipan memiliki persepsi bahwa skizofrenia sebagai akibat dari berbagai faktor, termasuk penyalahgunaan obat, depresi, stres, pengaruh spiritual, ilmu hitam, dan gangguan neurologis. Persepsi ini, yang dibentuk oleh kepercayaan dan norma sosial, memengaruhi pencarian pengobataan. Ketika gejala ringan sering kali mendorong pengobatan sendiri atau pengobatan alternatif, sementara ketika gejala berat muncul, maka keluarga akan melakukan pencarian pengobatan ke pusat layanan kesehatan. Perilaku minum obat pada pasien skizofrenia sering kali tidak konsisten, ditandai dengan pola penggunaan yang tidak teratur karena faktor-faktor yang terkait dengan kepatuhan dan ketidakpatuhan. Kepatuhan meningkat secara signifikan dari 77,38% menjadi 97,5% (p=0,000), meskipun perubahan skor PANSS tidak signifikan secara statistik (p=0,089). Intervensi Si-Care secara efektif meningkatkan kepatuhan pengobatan dan membantu menjaga stabilitas gejala. Intervensi berbasis farmasis menunjukkan harapan untuk diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan mental komunitas atau klinis. Penelitian di masa mendatang sebaiknya menggunakan ukuran sampel yang lebih besar dan tindak lanjut yang diperluas untuk memastikan penerapan dan keberlanjutan yang lebih luas.
Schizophrenia is a chronic mental disorder characterized by challenges in medication adherence, significantly affecting therapy outcomes. The Si-Care (Schizophrenia Care) program was developed as a pharmacist-led home intervention to improve medication adherence and support symptom control in people with schizophrenia (PwS). This study aimed to explore illness perception, help-seeking treatment and medication-taking behavior, develop the Si-care program, and evaluate its effectiveness in improving medication adherence and managing symptoms. A mixed-method approach was used in three-stages combining in-depth interviews, focus group discussion (FGD), and a quasi-experimental pre-and-post design without a control group. Conducted in Banjarmasin, Indonesia, 57 PwS and their caregivers participated in the program. The-Si-Care program involved seven pharmacist-led home visits over four months, focusing on education, counseling, and medication monitoring. Qualitative data were analyzed thematically, while adherence and symptom severity, measured by pill count and PANSS (Positive and Negative Syndrome Scale), were analyzed using non-parametric tests. Participants perceived schizophrenia as a result of diverse factors, including drug abuse, depression, stress, spiritual possession, black magic, and neurlogical disorders. These perceptions, shaped by beliefs and social norms, influenced help-seeking treatment. Mild symptoms often prompted self-medication or alternative treatments, while severe symptoms led to healthcare center visits. Medication-taking behavior in schizophrenia patients is often inconsistent, characterized by irregular patterns of use due to factors related to adherence and non-adherence. Adherence improved significantly from 77.38% to 97.57% (p=0.000), though PANSS score changes were not statistically significant (p=0.089). The Si-Care intervention effectively improved medication adherence and helped maintain symptom stability. Pharmacy-based interventions show promise for integration into community or clinical mental health services. Future research should employ larger sample size and extended follow-ups to ensure broader applicability and sustainability.
Kata Kunci : schizophrenia, adherence, illness perception, help-seeking treatment, medication-taking behavior, pharmacist-led home