Laporkan Masalah

EVALUASI MANAJEMEN WAKTU DAN BIAYA DALAM PROYEK JARINGAN IRIGASI

Widi Okarianto, Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D

2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Penelitian ini berfokus pada kinerja Proyek Jaringan Irigasi Mrican dengan menggunakan Critical Path Method (CPM) untuk mengidentifikasi jalur kritis yang mempengaruhi durasi proyek dan Earned Value Management (EVM) untuk mengevaluasi efisiensi waktu dan biaya. Melalui pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian menganalisis laporan proyek enam bulan terakhir, mencakup progres pekerjaan, alokasi anggaran, dan deviasi yang terjadi. Hasil analisis menunjukkan adanya penyimpangan jadwal dan biaya, terutama akibat perencanaan sumber daya yang kurang optimal, serta tantangan eksternal seperti cuaca buruk dan kondisi geografis.

CPM membantu mengidentifikasi aktivitas kritis untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya, sementara EVM mengungkapkan efisiensi biaya melalui indikator Cost Performance Index (CPI) dan Schedule Performance Index (SPI). Penelitian ini merekomendasikan penerapan pemantauan berbasis data real-time, integrasi teknologi manajemen proyek, serta peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan efisiensi waktu dan biaya. Dengan pendekatan ini, pengelolaan proyek irigasi diharapkan lebih efektif dan menjadi model bagi proyek serupa di masa depan.

This study focuses on the performance of the Mrican Irrigation Network Project by utilizing the Critical Path Method (CPM) to identify critical paths affecting the project duration and Earned Value Management (EVM) to evaluate time and cost efficiency. Through a descriptive quantitative approach, the study analyses project reports from the past six months, including work progress, budget allocation, and observed deviations. The analysis results reveal schedule and cost deviations, primarily caused by suboptimal resource planning and external challenges such as adverse weather conditions and geographical constraints.

CPM aids in identifying critical activities to optimize resource allocation, while EVM evaluates cost efficiency using indicators such as the Cost Performance Index (CPI) and Schedule Performance Index (SPI). This study recommends the implementation of real-time data-driven monitoring systems, integration of project management technologies, and enhanced coordination among stakeholders to improve time and cost efficiency. With this approach, irrigation project management is expected to become more effective and serve as a model for similar projects in the future.

Kata Kunci : Critical Path Method, Earned Value Management, proyek irigasi, efisiensi waktu, efisiensi biaya, pengelolaan sumber daya.

  1. S2-2025-525722-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525722-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525722-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525722-title.pdf