Hubungan kualitas permukiman dan fasilitas pelayanan kesehatan terhadap derajat kesehatan masyarakat berdasarkan aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis
Adiatma Arya Pradipta, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.
2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini dilakukan di sebagian Kota Yogyakarta yaitu di Kecamatan Danurejan, Gondokusuman dan Gondomanan. Tujuan akhir penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas lingkungan permukiman dan fasilitas pelayanan kesehatan terhadap derajat kesehatan masyarakat berdasarkan aplikasi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Metode penelitian untuk kualitas lingkungan permukiman dan derajat kesehatan masyarakat adalah dengan metode penelitian kuantitatif berjenjang tertimbang. Data untuk kualitas lingkungan permukiman berasal dari interpretasi citra Ikonos skala 1:5000 tahun 2002 dan kerja Iapangan, sedangkan derajat kesehatan masyarakat berasal dari data sekunder. Fasilitas pelayanan kesehatan ditentukan dengan metode Threshold dari Christaller dengan data berupa data sekunder. Hubungan kualitas lingkungan permukiman dan fasilitas pelayanan kesehatan terhadap derajat kesehatan masyarakat dikaji dengan uji statistik yaitu korelasi Nonparametrik Spearman dan korelasi Parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di daerah penelitian didominasi oleh unit permukiman dengan kualitas lingkungan permukiman baik (kelas I) seluas 212,50 Ha (52%). Kelas sedang (II) mempunyai luas 181,86 Ha (44%) dan kelas buruk (III) seluas 17,46 Ha (4%) yang sebagian besar terletak di pinggir sungai. Untuk fasilitas pelayanan kesehatan, 358,7 Ha (87,1%) luas unit permukiman memiliki daya layan tingkat sedang. Derajat kesehatan masyarakat pada daerah penelitian secara keseluruhan diperoleh hasil berupa derajat kesehatan masyarakat kelas I menempati 343,98 Ha (83,53%) dan kelas II seluas 67,83 Ha (16,47%)..Analisis spasial menunjukkan variabel fasilitas pelayanan kesehatan semakin menguatkan hubungan antara kualitas lingkungan permukiman dengan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan uji statistik korelasi parsial antara kualitas lingkungan permukiman dan derajat kesehatan masyarakat dengan variabel pengontrol fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan kenaikan nilai koefisien korelasinya dari +0,277 menjadi +0,280.
This research was carried out in a part of Yogyakarta Municipality which are Sub-district of Danurejan, Gondokusuman and Gondomanan. The final aims of the research were design to determine the relation of quality of settlement environment and health service facility on public health degree based on Geographic Information System and remote sensing application. The method to determine the quality of settlement environment and the public health degree is quantitative approach with weightfng factor. Data for quality of settlement environment are from the interpretation ofIkonos Image dn a scale of 1:5000 in year 2002 and taken fi-om field course, the pliblic health degree is taken secondary data. The research method for the variabk of health serVice facility is Treshold method from Christaller with secondary data. The relation between quality of settlement environment and health service facility on public health degree was analyzed statistic test, which is Nonparantetric Spearman Correlation and Partial COrrelation. The result of this research indkates that the area research is doMinated by upper class quality of settlement environment which has 212.50 (52%). Meditun class take place 181.86 Ha (44%) and lower class is 17.46 ila (4%) which is most of them placed the river side. For health Ha (87.1%) settlement unit have medium sevice facility. In general, pttblic health degree class I take place 343.98 fia (83.53%) and class 11 fs 67S3 Ha (16.47%). Spatial analyst indicates thai the health service facility variabk is to strengthen to the relation between quality of settlement errvironment and public health degree. This is proved with Partial Correlation Statistic Method between quality of settlement ettVironMent and publk health degree based health service facility as control variable, shOw that the coefisien correlation increase from +0.277 to +0.280.
Kata Kunci : Kualitas permukiman,Aplikasi penginderaan jauh,sistem informasi geografis,kesehatan masyarakat,Gondokusuman,Gondomanan,Danurejan,Kota Yogyakarta,DIY