Laporkan Masalah

Analisis Perjanjian Kerja Sama Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Dengan Pola Inti Plasma (Studi Kasus Antara Koperasi Unit Desa Sumber Rezeki Dengan PT. Mega Nusa Inti Sawit)

Deni Novianti, Dr. Taufiq El Rahman, S.H., M.Hum

2025 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Tesis ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perjanjian kerja sama pembangunan perkebunan kelapa sawit dengan pola inti plasma  (Studi Kasus Antara Koperasi Unit Desa Sumber Rezeki Dengan PT. Mega Nusa Inti Sawit) ditinjau dari ditinjau dari ditinjau dari sesuai tidaknya dengan norma hukum kemitraan yang ada di Indonesia. Serta upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Anggota Koperasi Unit Desa Sumber Rezeki terhadap tidak dilaksanakannya klausul mengenai sertifikasi ulang lahan milik plasma seluas 2 hektar dalam perjanjian kerja sama pembangunan perkebunan kelapa sawit.

Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris. Cara pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan yang dilakukan dengan melakukan wawancara kepada responden. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan metode berfikir deduktif yang bertujuan untuk menjawab permasalahan penelitian ini.

Hasil penelitian ini berkesimpulan bahwa perjanjian Kerja sama pembangunan perkebunan kelapa sawit dengan pola inti plasma ini tidak sesuai dengan norma hukum kemitraan yang ada di Indonesia khususnya pada hak dan kewajiban masing-masing pihak, dengan tidak dipenuhinya hak anggota KUD untuk menerima sertifikasi ulang lahanseluas 2 hektar oleh INTI. Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Anggota KUD Sumber Rezeki dengan tidak dilaksanakannya klausul mengenai sertifikasi ulang lahan seluas 2 hektar oleh INTI ini adalah dengan membatalkan surat kuasa yang dibuat oleh pengurus koperasi unit desa sumber rezeki berdasarkan kentuan Pasal 30 Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, maka Plasma dapat melakukan upaya hukum dengan mengirim somasi dan menggugat ke Pengadilan atas tidak dilaksanakannya klausul dalam perjanjian kerja sama mengenai sertifikasi ulang atas lahan tanah hak miliknya dengan lokasi dan luas yang sudah di perjanjikan oleh inti.

This thesis aims to find out and analyze the cooperation agreement for the development of oil palm plantations with the Plasma Core pattern (case study between the Sumber Rezeki Village Unit Cooperative and PT. Mega Nusa Inti Sawit) is reviewed from whether it is in accordance with the existing partnership legal norms in Indonesia. As well as legal remedies that can be taken by the Members of the Sumber Rezeki Village Unit Cooperative against the non-implementation of the clause regarding the recertification of 2 hectares of plasma land in the oil palm plantation development cooperation agreement.

This research is an Empirical Juridical research. The method of data collection in this study is by using literature research and field research conducted by conducting interviews with respondents. All data obtained were analyzed qualitatively with a deductive thinking method that aims to answer the problems of this research.

The results of this study conclude that the cooperation agreement for the development of oil palm plantations with the plasma core pattern is not in accordance with the legal norms of partnership in Indonesia, especially on the rights and obligations of each party, with the non-fulfillment of the right of KUD members to receive recertification of 2 hectares of land by INTI. The legal remedy that can be taken by the Members of the Sumber Rezeki KUD by not implementing the clause regarding the recertification of 2 hectares of land by INTI is to cancel the power of attorney made by the management of the Sumber Rezeki village unit cooperative based on Article 30 of Law Number 25 of 1992 concerning Cooperatives, then Plasma can take legal remedies by sending summonses and suing to the Court for the non-implementation of the clause in the cooperation agreement Regarding the recertification of the land owned by the owner with the location and area that has been agreed upon by the core.

Kata Kunci : Norma Kemitraan, Perjanjian Kemitraan, Perkebunan Kelapa Sawit, Upaya Hukum.

  1. S2-2025-500790-abstract.pdf  
  2. S2-2025-500790-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-500790-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-500790-title.pdf