Pengaruh Getaran Pada Ruang Parkir Terhadap Pasangan Dinding Bangunan Cagar Budaya
SHAFA SEKAR AZKIYA, Agus Nugroho, S.T., M.T.
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL
Proyek konstruksi penataan wilayah kawasan Pantja Dharma Universitas Gadjah Mada tentunya memberikan dampak pada lingkungan sekitar. Salah satu dampak dari adanya penataan wilayah ini adalah berkurangnya Satuan Ruang Parkir yang mengakibatkan ruang parkir bergeser semakin dekat dengan Bangunan Cagar Budaya Gedung Iso Reksohadiprodjo. Hal tersebut menjadikan semakin dekatnya kendaraan yang beroperasi di sekitar area tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat getaran yang dihasilkan oleh kendaraan di sekitar Gedung Iso Reksohadiprodjo dan mengevaluasi apakah getaran tersebut memenuhi standar yang telah ditetapkan serta meninjau potensi kerusakan yang dapat terjadi pada pasangan dinding Gedung Iso Reksohadiprodjo.
Metode penelitian ini dilakukan melalui observasi secara langsung, dokumentasi, dan studi literatur. Acuan standar tingkat baku getaran yang digunakan pada penelitian ini antara lain yaitu Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 49 Tahun 1996 Tentang : Baku Tingkat Getaran, DIN 4150-3 (German Standard), SN 640312 a (Swiss Standard), dan Pergub DIY No 41 Tahun 2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa besaran getaran yang dihasilkan sudah berada pada batas aman sesuai dengan standar tingkat baku getaran yang digunakan dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan apapun pada pasangan dinding Bangunan Cagar Budaya Gedung Iso Reksohadiprodjo.
Penelitian ini merekomendasikan adanya relokasi area parkir ke lokasi yang lebih jauh dari Bangunan Cagar Budaya Gedung Iso Reksohadiprodjo. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan alat pengukur getaran yang lebih memadai.
The construction project for structuring the Pantja Dharma area of Gadjah Mada University certainly has an impact on the surrounding environment. One of the impacts of this regional arrangement is the reduction in Parking Space Units, which has resulted in parking spaces being shifted closer to the Cultural Heritage Building, Iso Reksohadiprodjo Building. This makes vehicles operating in the area closer. This research aims to measure the level of vibrations produced by vehicles around the Iso Reksohadiprodjo Building and evaluate whether these vibrations meet established standards and review possible damage that could occur to the walls of the Iso Reksohadiprodjo Building.
This research method was carried out through direct observation, documentation and literature study. The standard reference for vibration levels used in this research includes the Decree of the Minister of Environment No. 49 of 1996 concerning: Vibration Level Standards, DIN 4150-3 (German Standard), SN 640312 a (Swiss Standard), and DIY Gubernatorial Regulation No. 41 of 2017. The results of the analysis show that the amount of vibration produced is within safe limits in accordance with the Vibration Standard Levels used and does not have the potential to cause any damage to the walls of the Iso Reksohadiprodjo Building Cultural Heritage Building.
This research recommends relocating the parking area to a location further from the Cultural Heritage Building. Further research is recommended to use more adequate vibration measuring tools.
Kata Kunci : Bangunan Cagar Budaya, Satuan Ruang Parkir, Getaran, Pasangan Dinding