Laporkan Masalah

Perbedaan mood, pengingatan, sikap dan niat beli konsumen antara iklan yang menggunakan background lagu popular dan iklan yang menggunakan background lagu tidak popular

SETYANINGSIH, Ajeng Wahyu, Prof.Dr. Dibyo Prabowo, MSc

2004 | Tesis | Magister Manajemen

Musik telah menjadi bagian penting dalam dunia periklanan. Sebuah iklan hampir tidak bisa dilepaskan dari musik yang mengiringinya. Background musik, jingle, lagu-lagu dan aransemen klasik digunakan untuk menarik perhatian, menyalurkan pesan-pesan penjualan, menentukan tekanan emosional dan mempengaruhi suasana hati pendengarnya. Tidak lagi sekedar jingle atau musik klasik, salah satu hal yang tengah berkembang saat ini adalah penggunaan lagu popular sebagai latar belakang iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan mood, pengingatan iklan, sikap terhadap iklan dan niat beli konsumen antara iklan yang menggunakan background lagu popular dan iklan yang menggunakan background lagu tidak popular. Keseluruhan variabel diukur dengan menggunakan skala likert sedangkan metode sampling yang digunakan adalah kombinasi antara judgment sampling dan convenience sampling. Berhubungan dengan tujuan penelitian di atas, maka alat pengujian hipotesis yang paling sesuai digunakan dalam penelitian ini adalah t-test untuk sampel berpasangan (paired samples) Dari perhitungan statistik yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa iklan yang menggunakan background lagu popular berbeda dengan iklan yang menggunakan background lagu tidak popular hanya pada tiga variabel yaitu mood, pengingatan iklan dan sikap terhadap iklan, sebaliknya tidak ada perbedaan variabel niat beli konsumen antara iklan yang menggunakan background lagu popular dan iklan yang menggunakan background lagu tidak popular. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa iklan yang menggunakan background lagu popular mampu menimbulkan mood, pengingatan iklan dan sikap terhadap iklan yang lebih baik dibandingkan dengan iklan yang menggunakan background lagu tidak popular, namun tidak demikian dengan niat beli konsumen, iklan yang menggunakan background lagu popular tidak mampu menimbulkan niat beli konsumen yang lebih baik dibandingkan dengan iklan yang menggunakan background lagu tidak popular

Music has been an important part in advertising world. An advertisement almost can be released from music accompanying it. Musical background, jingle, songs and classical arrangements are used to draw attention, convey selling message, define emotional pressure, and influence emotional condition of its listeners. It is not more merely jingle or classic music; one of the development occurring is usage of popular song as advertisement background. This study aimed to investigate existence of mood difference, advertisement recall, attitude toward advertisement and consumer intention to buy between advertisements using popular song as background and advertisements using non popular song. The all variables were measured using Likert scale while sampling method used was combination of judgment sampling and convenience sampling. Relate to the above objectives, hypothesis testing tools most suit used in this study was t-test for paired samples. Result of statistical calculation indicated that advertisements using popular song as background differ to advertisements using unpopular song as background in only three variables, that is mood, advertisement recall and attitude toward advertisement, while there was no difference on variables of consumer intention to buy among the two advertisement groups. In other words, advertisements using popular song as background were able to create better mood, advertisement recall and attitude toward advertisement than advertisements using unpopular song as background. But in case of consumer intention to buy, advertisements using popular song as background cannot create better intention to buy compared with advertisements using unpopular song as background

Kata Kunci : Manajemen Pemasaran,Perilaku Konsumen,Iklan,Lagu Populer


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.