Laporkan Masalah

Interaksi Antar Aktor dalam Implementasi Kebijakan Ecological Fiscal Transfer (EFT) di Kampung Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak

Tria Bella Adumawati, Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, M.Si; Prof. Dr. Ahmad Maryudi

2025 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan

Kebijakan Ecological Fiscal Transfer (EFT) di Kabupaten Siak merupakan langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Siak sebagai respons terhadap ancaman kerusakan lingkungan yang mengganggu keseimbangan alam, seperti perubahan penggunaan lahan dan kebakaran hutan yang cukup parah. Kebijakan ini  bertujuan untuk mendorong pemerintah kampung dalam meningkatkan kinerjanya terhadap perlindungan dan pelestarian lingkungan. Mengingat kompleksitas dan multidimensi masalah yang dihadapi, kebijakan ini melibatkan berbagai aktor dalam proses implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antar aktor pada implementasi kebijakan tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung interaksi antar aktor dalam keberhasilan kebijakan Ecological Fiscal Transfer (EFT) di Kampung Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak.

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan aktor-aktor yang terlibat dalam implementasi kebijakan EFT di Kampung Dayun dan observasi langsung di lapangan. Sementara itu, data sekunder dikumpulkan melalui penelaahan dokumen kebijakan, seperti Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, notulen rapat, laporan, dan dokumen lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor yang berperan dalam implementasi kebijakan EFT di Kampung Dayun terdiri dari aktor utama, seperti DPMK, Bappeda, DLH serta penghulu kampung yang memainkan peran sentral dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kebijakan. Kemudian aktor lainnya yaitu NGO dan serta kelompok masyarakat yang berkontribusi melalui pemberdayaan dan pelaksanaan program-program lingkungan. Interaksi antar aktor didominasi oleh pola koordinasi, meskipun kolaborasi, negosiasi, dan pengawasan juga terjadi. Pola interaksi ini mencerminkan adanya kerjasama erat antara para aktor, dengan koordinasi sebagai elemen kunci dalam kelancaran implementasi kebijakan EFT. Keberhasilan kebijakan ini didorong oleh sejumlah faktor pendukung, seperti kejelasan tujuan dan konsesus aktor pelaksana, komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan, kepemimpinan yang responsif, komunikasi yang terbuka, dukungan pelatihan dan fasilitasi teknis serta kepatuhan dan regulasi yang mendukung. Faktor-faktor ini memperkuat kepercayaan dan keterbukaan antar aktor, yang pada gilirannya memperkuat keberhasilan kebijakan EFT. 

The Ecological Fiscal Transfer (EFT) in Siak Regency is a policy taken by Siak Regency Government in response to the threat of environmental damage that disrupts the balance of nature, such as water pollution and severe forest and land fires. This policy aims to encourage village governments to improve their performance in environmental protection and preservation. Given the complexity and multidimensionality of the problems faced, this policy involves various actors in the implementation process. This study aims to analyze the interaction between actors in the implementation of the policy and identify factors that influence the interaction between actors in the Ecological Fiscal Transfer (EFT) policy in Dayun Village, Dayun District, Siak Regency.

This research method uses a qualitative approach, with data collected in the form of primary and secondary data. Primary data was obtained through indepth interviews with actors involved in the implementation of the EFT policy in Dayun Village and direct observation. Meanwhile, secondary data was collected through reviewing policy documents, such as Regional Regulations, Regent Regulations, meeting minutes, reports, and other documents.

The results showed that the actors who played a role in the implementation of the EFT policy in Dayun Village consisted of main actors, such as DPMK, Bappeda, DLH and the village head who played a central role in policy planning, implementation, and supervision. Then other actors are community groups that contribute through empowerment and implementation of environmental programs. Interactions between actors are dominated by coordination patterns, although collaboration, negotiation and supervision also occur. This interaction pattern reflects the close cooperation between the actors, with coordination as a key element in the smooth implementation of the EFT policy. The success of this policy is driven by a number of supporting factors, such as clarity of purpose and consensus of implementing actors, strong commitment to environmental conservation, responsive leadership, open communication, training support and technical facilitation as well as compliance and supportive regulations. These factors strengthen trust and openness between actors, which in turn strengthens the success of the EFT policy. 

Kata Kunci : Interaksi Antar Aktor, Implementasi Kebijakan, Ecological Fiscal Transfer, Kebijakan Lingkungan

  1. S2-2025-525439-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525439-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525439-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525439-title.pdf