“AHA!”, Menguji Dilasi Pupil Sebagai Penanda Biologis Momen Insight pada Stimulus Visual dan Auditori
Romi Sangaji, Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog.
2025 | Tesis | S2 Psikologi
Insight merupakan salah satu mekanisme dalam problem-solving, yang memiliki keunggulan seperti accuracy effect dan sering dikenal sebagai “Aha! moment”. Penelitian sebelumnya telah banyak memetakan aktivitas neurokognitif yang mendasari insight menggunakan stimulus visual, namun belum banyak ditemukan pada penggunaan stimulus auditori. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dilasi pupil sebagai biomarker insight pada stimulus visual dan auditori. Desain eksperimen menggunakan within-subject kepada 42 mahasiswa di Yogyakarta menggunakan eye-tracker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas dilasi pupil bergantung pada jenis stimulus. Pada stimulus visual, pupil lebih signifikan lebih besar pada strategi insight dibandingkan strategi analitis, sedangkan pada stimulus auditori, tidak ditemukan perbedaan signifikan. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman lintas-modalitas mekanisme insight dan menunjukkan bahwa dilasi pupil sebagai biomarker insight lebih sensitif pada stimulus visual. Validitas pupil sebagai biomarker dilakukan dengan menguji korelasi dengan efek akurasi.
Insight is one of the mechanisms in problem-solving, characterized by advantages such as the accuracy effect and commonly referred to as the “Aha! moment.” Previous research has extensively mapped the neurocognitive activity underlying insight using visual stimuli; however, studies on auditory stimuli remain limited. This study aims to examine pupil dilation as a biomarker of insight in response to both visual and auditory stimuli. A within-subject experimental design was employed with 42 university students in Yogyakarta, utilizing an eye-tracking device. The findings indicate that the sensitivity of pupil dilation depends on the type of stimulus. For visual stimuli, pupil dilation was significantly larger during insight-based strategies compared to analytical strategies. However, for auditory stimuli, no significant difference was observed. These findings contribute to a cross-modal understanding of the mechanisms of insight and suggest that pupil dilation is a more sensitive biomarker for insight when responding to visual stimuli. The validity of pupil dilation as a biomarker was assessed by examining its correlation with the accuracy effect.
Kata Kunci : Problem-solving, momen insight, dilasi pupil, biomarker, momen AHA, eye-tracker