Laporkan Masalah

ANALISIS PENERAPAN E-PROCUREMENT BERDASARKAN PERATURAN KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA DI PT ABC

Muhammad Aditya Dharmawan, Prof., Ir., Adi Djoko Guritno, M.S.I.E., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Penelitian ini menganalisis risiko yang terkait dengan penerapan e-procurement di PT ABC berdasarkan Peraturan Kementerian Badan Usaha Milik Negara. E-procurement yang diterapkan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengadaan, namun menghadapi berbagai risiko yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Melalui pendekatan FMEA, penelitian ini mengidentifikasi dan mengevaluasi 30 risiko yang terkait dengan proses pengadaan, meliputi prakualifikasi vendor, pola belanja, tender, evaluasi kinerja penyedia, dan manajemen sumber daya. Setelah dilakukan penilaian terhadap risiko-risiko yang teridentifikasi, terdapat 20 risiko dengan level rendah ke sedang, 9 risiko dengan level sedang, dan 1 risiko dengan level sedang ke tinggi. Respon terhadap risiko-risiko tersebut berbeda-beda untuk setiap kategori risiko, dimana risiko dengan skala sedang ke tinggi diberikan respon berupa transfer. Temuan ini diantisipasi dapat membantu PT ABC dalam mengoptimalkan sistem e-procurement dan memfasilitasi transformasi digital yang lebih efektif dan efisien.

This study analyzes the risks associated with the implementation of e-procurement at PT ABC based on the Regulation of the Ministry of State-Owned Enterprises. The e-procurement implemented aims to improve efficiency and transparency in procurement, but faces various risks that can affect the company's performance. Through the FMEA approach, this study identified and evaluated 30 risks associated with the procurement process, including vendor prequalification, shopping patterns, tenders, provider performance evaluations, and resource management. After assessing the identified risks, there were 20 risks with low to medium levels, 9 risks with medium levels, and 1 risk with medium to high levels. The response to these risks varies for each risk category, where risks with a medium to high scale are given a response in the form of transfer. These findings are anticipated to help PT ABC in optimizing the e-procurement system and facilitating a more effective and efficient digital transformation.

Kata Kunci : E-Procurement, Risiko, Manajemen Risiko, Digitalisasi

  1. S2-2025-490491-abstract.pdf  
  2. S2-2025-490491-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-490491-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-490491-title.pdf