Model Pemberdayaan Masyarakat dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) (Studi Pada Kodim 1010/Tapin Di Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan)
Rio Neswan, Dr. Ely Susanto, MBA.
2025 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis model pemberdayaan masyarakat yang diterapkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) oleh Kodim 1010/Tapin di Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Penelitian ini berfokus pada identifikasi model pemberdayaan masyarakat yang diterapkan melalui Program TMMD serta identifikasi faktor pendorong dan faktor yang menghambat dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui program TMMD tersebut. Program TMMD memiliki peran strategis dalam sistem pertahanan wilayah Indonesia, di mana Satuan Teritorial TNI dalam hal ini Kodim bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi langsung untuk mengumpulkan data dari informan utama, termasuk anggota masyarakat, personel militer dan pejabat pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program TMMD berdampak signifikan pada pembangunan infrastruktur fisik, seperti pembangunan jalan dan rehabilitasi bangunan. Selain itu, program ini juga meningkatkan kohesi sosial dan partisipasi publik dalam pemerintahan pedesaan. Partisipasi aktif masyarakat merupakan faktor kunci dalam keberhasilan TMMD. Masyarakat secara sukarela terlibat dalam pembangunan infrastruktur desa dan program sosial, yang berdampak positif pada peningkatan kualitas hidup. Nilai-nilai lokal seperti "Gawi Manuntung" (bekerja hingga tuntas) menjadi landasan bagi masyarakat untuk terlibat penuh dalam setiap kegiatan. Namun, kendala seperti keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia membatasi capaian program secara optimal. Studi ini merekomendasikan peningkatan alokasi anggaran dan sumber daya untuk memperluas cakupan program TMMD. Penguatan sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat perlu ditingkatkan agar program ini dapat lebih efektif dalam mengatasi masalah sosial-ekonomi. Selain itu, Penelitian ini memberikan kontribusi pada model- model pemberdayaan masyarakat, dengan menyoroti peran unik militer dalam mendorong pembangunan lokal di daerah pedesaan.
This study aims to describe and analyze the community empowerment model implemented through the TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) program by Kodim 1010/Tapin in Salam Babaris District, Tapin Regency, South Kalimantan. The research focuses on identifying the community empowerment model implemented through (TMMD) as well as the supporting and inhibiting factors that influence community empowerment efforts in this program. The TMMD program plays a strategic role in Indonesia's territorial defense system, where the military territorial units (KODIM) collaborate with local governments to accelerate development and improve community welfare. This research employs a qualitative descriptive approach, involving in-depth interviews and direct observations to gather data from key informants, including local community members, military personnel, and government officials. The findings reveal that the TMMD program has significantly impacted physical infrastructure development, such as road construction and building rehabilitation. Moreover, it has enhanced social cohesion and increased public participation in local governance. Active community participation is a key factor in the success of TMMD. The community voluntarily engages in village infrastructure development and social programs, positively impacting their quality of life. Local values, such as "Gawi Manuntung" (working until completion), serve as a foundation for community involvement in all activities. However, challenges such as limited access to resources, uneven participation, and dependency on external assistance hinder the full realization of community empowerment. The study recommends increasing budget allocation and resources to expand the scope of the TMMD program. Strengthening community engagement and enhancing capacity-building initiatives to ensure sustainable empowerment outcomes. This research contributes to the discourse on community development models, highlighting the unique role of the military in fostering local development in rural areas.
Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, TMMD, Kodim 1010/Tapin, Kolaborasi Militer-Masyarakat, Pembangunan Pedesaan / Community Empowerment, TMMD, Kodim 1010/Tapin, Military-Community Collaboration, Rural Development