Laporkan Masalah

Kesesuian lahan untuk pertanian daerah Subulussalam, kecamatan Simpang Kiri, kabupaten Aceh Selatan

Andriyanto, Drs. Jamulya, M.S.

1992 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini dilakukan di daerah Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kabupaten Aceh Selatan dengan luas daerah penelitian 9.367 ha (93,67 km2). Daerah ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Aceh sebagai daerah mintakat pertanian. Berdasarkan data-data penelitian terdahulu diketahui bahwa kondisi kualitas lahan di daerah ini berada pada tingkat marginal. Untuk mendukung keberhasilan pengembangan pertanian di daerah ini, maka diperlukan penelitian kesesuaian lahan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan klasifika¬si tingkat kesesuaian lahan untuk jenis-jenis tanaman pertanian yang penting di daerah penelitian, yaitu padi tadah hujan, jagung, ketela pohon, kacang tanah, karet, kopi, kelapa, kelapa sawit dan coklat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, berupa serangkaian kegiatan pengamatan, pengukuran, klasifikasi, pencatatan dan evaluasi secara sistematik terhadap karakteristik dan kualitas lahan. Teknik pengambilan sampel dilakukan berdasarkan cuplikan terstrata dengan pertimbangan ter¬tentu. Sebagai stratanya adalah satuan lahan, yang di¬turunkan dari satuan bentuklahan, penggunaan lahan dan kemiringan lereng. Penelitian ini dilakukan sampai kategori sub-kelas kesesuaian lahan, yang diperoleh dengan mencocok¬kan (matching) antara kualitas lahan masing-masing satuan lahan dengan persyaratan kelas kesesuaian masing-masing jenis tanaman. Persyaratan kelas kesesuaian lahan diambil dari CSR/FAO Staff (1983). Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa daerah ini terdiri atas empat bentuklahan, yaitu teras pantai tua berbatuan batupasir terdenudasi, tanggul alam, rawa belakang, dan kompleks teras sungai dan dataran banjir. Penggunaan lahan yang ada dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis, sedangkan kemiringan lereng dapat dibedakan menjadi empat ke1as. Berdasarkan analisis kesesuaian lahan pada setiap satuan lahan dapat ditunjukkan bahwa satuan lahan layak digunakan sebagai satuan pemetaan lahan penelitian ini. Hasil utama penelitian ini menunjukkan bahwa dae-rah penelitian ternyata kurang berpotensi untuk pengem-bangan sebagian besar jenis tanaman pertanian. Dari sembilan jenis tanaman yang dinilai, enam jenis tanaman (padi tadah hujan, jagung, karet, kelapa, coklat dan kelapa sawit) menunjukkan persentase daerah dengan kelas tidak sesuai lebih besar dibandingkan daerah dengan kelas sesuai. Tiga jenis tananan yang lainnya (ketela pohon, kacang tanah dan kopi), walaupun memiliki persen¬tase sesuai lebih besar dibandingkan yang tidak sesuai, akan tetapi sebagian besar lahan yang sesuai tersebut berada pada kelas yang marginal atau hampir sesuai.

-

Kata Kunci : Kesesuian lahan,Tanaman Pertanian,Aceh Selatan,Simpang Kiri

  1. S1-1992-2553-Andriyanto-abstract.pdf  
  2. S1-1992-2553-Andriyanto-abstract1.pdf  
  3. S1-1992-2553-Andriyanto-bibliography.pdf  
  4. S1-1992-2553-Andriyanto-tableofcontent.pdf