Laporkan Masalah

Hubungan kondisi demografi dan sosial ekonomi dengan curahan jam kerja petani pada usaha tani padi di desa Srigading kecamatan Sanden kabupaten daerah Tingkat II Bantul

Agus Siswanto, Drs. Kasto, M.A.

1991 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Curahan jam kerja dalam usaha tani padi sawah penting untuk diketahui, karena hal ini berkaitan terhadap pendaya¬gunaan tenaga kerja di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi demografi dan sosial ekonomi dengan-curahan jam kerja usaha tani padi. Kondisi demografi dan sosial ekonomi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ; umur , jumlah tanggungan, tingkat pendidikan dan luas lahan garapan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai. Penelitian dilakukan di Desa Sriga-ding Kecamatan Sanden Kabupaten Daerah Tingkat II Bantul. Penentuan dua dusun sampel dilakukan secara purposif, didasarkan pada perbedaan kesuburan lahan yang dilihat dari produktivitas dan jenis tanah. Sampel responden dari dua dusun dipilih secara acak berimbang sederhana; setiap dusun diambil sebesar 50 responden petani penggarap, sehingga jumlah sampel seluruhnya 100 responden. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel frekwensi, tabel silang serta uji statis¬tik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rerata jam kerja petani di Dusun Wirosutan lebih banyak dibandingkan dengan rerata jam kerja petani di Dusun Bonggalan yaitu masing-masing 49,9 jam kerja per minggu dan 40,8 jam kerja per minggu. Hal ini disebabkan oleh kondisi kesuburan tanah . yang berbeda antara dua dusun tersebut. Kemudian dari hasil uji statistik korelasi didapatkan bahwa, hubungan yang paling kuat dengan curahan jam kerja berturut-turut untuk Dusun Bonggalan sebagai daerah subur adalah tanggungan keluarga dengan nilai r = 0,53, tingkat pendidikan dengan nilai r = -0,49, luas lahan garapan dengan nilai r = 0,47 dan umur petani dengan nilai r = 0,40. Kemudian pada Dusun Wirosutan Sebagai daerah kurang subur hubungan yang paling kuat dengan curahan jam kerja berturut-turut adalah umur petani dengan nilai r = 0,47, tingkat pendidikan dengan nilai r = -0,50, tanggungan keluarga dengan nilai r = 0,47 dan luas lahan garapan dengan nilai r = 0,37. Dari hasil penelitian menunjukkan, bahwa rata-rata petani di daerah penelitian mempunyai jam kerja nor-mal, hal ini dapat ditunjukkan dari angka rerata jam kerja per ming

-

Kata Kunci : Demografi,Jam kerja petani,Usahatani padi,Srigading,Sanden,Bantul,DIY

  1. S1-1991-2451-Agus_Siswanto-abstract.pdf  
  2. S1-1991-2451-Agus_Siswanto-bibliography.pdf  
  3. S1-1991-2451-Agus_Siswanto-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1991-2451-Agus_Siswanto-title.pdf