Laporkan Masalah

Keinginan bertransmigrasi bagi penduduk di kecamatan Baki dan kecamatan Mojolaban, kabupaten Sukoharjo

Agus Santoso, Dr. Ida Bagoes Mantra

1985 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Sesuai dengan ketentuan-ketentuan pokok transmigra¬si yang diatur dalam Undang-Undang Nomer 3 tahun 1972, maka Kecamatan Baki dan Mojolaban yang mempunyai tingkat kepadatanpenduduk yang relatif tinggi, yaitu di atas 1500 jiwa/kilometer persegi dengan segala permasalahan penduduknya, juga disebagian daerahnya setiap datangnya musim penghujan mengalami bencana alam yang sifatnya ru¬tin, yaitu banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo dan anak-anak sungainya merupakan daerah potensial pengirim transmigran. Namun demikian tidak semua penduduknya mem¬punyai respon terhadap program transmigrasi. Dari kenyataan tersebut penelitian ini berusaha untuk mensungkapkan tentang kenapa sebagian penduduknya berke¬inginan untuk ikut bertransmigrasil sedangkan yang lain¬nya tidak ingin/atau tetap tinggal di daerah sekarang. Di dalam penelitian ini metodologi yang digunakan adalah metode survai. Penentuan daerahnya dilakukan berdasarkan metode "purposive", dan pemilihan responden di kelompok¬kan menjadi dua, yaitu kelompok calon transmigran dan bu¬kan calon transmigran, sebanyak 270 Kepala Keluarga (atau 120 Kepala Keluarga untuk kelompok calon transmigran dan 150 Kepala Keluarga pada kelompok bukan calon tranamigran). Sedangkan teknik analisa yang digunakan adalah metode ta¬bulasi frekuensi dan metode tabulasi silang. Hasil penelitian mengungkapkan, bahwa keadaan sosial ekonomi responden bukan calon transmigran lebih baik dari pada keadaan sosial ekonomi responden calon transmigran. Sebab terjadinya perbedaan ini adalah jenis pekerjaan dan kesempatan bekerja yang berbeda bagi kedua kelompok ter-sebut. Salah satu status ekonomi yang dicerminkan dari luas pemilikan tanah didapatkan bahwa sebagian besar res-ponden calon transmigran memiliki tanah garapan seluas kurang dari 0,25 hektar (atau rata-rata luas pemilikan 0,08 hektar), sedang persentase terbanyak bagi responden bukan calon transmigran adalah mereka yang memiliki luas tanah garapan lebih dari 0,25 hektar. Sumber informasi terpenting di daerah penelitian adalah Pamong Desa selain teman atau saudara. Sebagian besar responden yang ingin ikut bertransmigrasi pernah mendapatkan informasi lebih dari satu sumber. Dengan semakin banyaknya sumber infor¬masi yang mereka terima akan mempengaruhi penduduk terha¬dap satu atau beberapa paket program sebagai daya dorong dan tariknya. Namun, apabila dilihat dari rendahnya realisasi pem-berangkatan pada tahun-tahun sebelumnya yang tidak lebih dari 50,0 persen dari target yang telah ditentukan (sela¬ma Pelita II dan Pelita III), ternyata terdapat berbagai faktor sebagai penghambatnya. Faktor yang datangnya dari penduduk yang lebih dominan atau berpengaruh adalah faktor non ekonomi, yaitu selain semangat gotong royong atau sambat sinambat dalam menghadapi berbagai mesalah di-lingkungan daerah penelitian, juga faktor sosial ins-titution lainnya yang masih melekat pada penduduk se¬tempat hingga mereka merasa enggan untuk meninggalkan daerahnya.

-

Kata Kunci : Transmigrasi,Baki,Mojolaban,Sukoharjo,Jawa Tengah

  1. S1-1985-2060-Agus_Santoso-abstract.pdf  
  2. S1-1985-2060-Agus_Santoso-bibliography.pdf  
  3. S1-1985-2060-Agus_Santoso-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1985-2060-Agus_Santoso-title.pdf