Analisis Determinan Daya Saing Sektor Industri Pengolahan di Provinsi Jawa Barat Periode 2018-2023
Latifani Ayu Chaerunnisa, Poppy Ismalina, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Ekspor merupakan kontributor peningkatan pertumbuhan ekonomi, namun penurunan ekspor terjadi di beberapa daerah Indonesia selama 2018-2023. Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah dengan jumlah industri terbesar, nilai ekspornya mengalami penurunan dari Rp357,67 T pada 2022 menjadi Rp346,25 T pada 2023 sehingga kondisi perekonomiannya turun dari 5,45% pada 2022 menjadi 5,00% pada 2023. Penurunan ekspor menandakan bahwa daya saing pada industri belum optimal sehingga daya saing dan faktor-faktor yang memengaruhi (determinan) daya saing diperlukan analisis lanjutan untuk mendorong peningkatan kondisi perkonomian di masa mendatang.
Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis daya saing dan determinan daya saing di industri. RCA (revealed comparative analysis) dipakai untuk menganalisis daya saing industri dan FEM (fixed effect model) dipakai untuk menganalisis determinan daya saing pada 12 industri di Provinsi Jawa Barat periode 2018-2023. Industri berdaya saing tinggi (RCA>1) di Provinsi Jawa Barat adalah indutri plastik&karet, kendaraan bermotor&alat transportasi lainnya, mesin, optik, &peralatan kedokteran, logam, mesin,&elektronika, mineral bukan logam, tekstil&pakaian jadi, dan lainnya dengan produktivitas pekerja sebagai pemicu peningkatan daya saing. Pemerintah perlu meningkatkan produktivitas pekerja melalui berbagai cara, membuat peta kebijakan pengembangan industri unggulan.
This research is intended to analyze the highly competitive processing industry and the determinants of competitiveness. RCA (revealed comparative analysis) is used to analyze industrial competitiveness, and FEM (fixed effect model) is used to analyze the determinants of competitiveness in 12 processing industries in West Java Province for the 2018-2023 period. The highly competitive processing industry (RCA>1) in West Java Province is the plastic and rubber industry, motor vehicles and other means of transportation, optics, precision, watches, and medical equipment, non-metallic minerals, textiles & apparel, metals, machinery, & electronics, as well as other industries with labor productivity as a trigger for increased competitiveness. The government needs to increase worker productivity in various ways and create a policy map for industrial development.
Kata Kunci : daya saing industri, determinan daya saing industri, FEM, RCA.