Usaha tani tebu rakyat intensifikasi di kecamatan Jogonalan kabupaten Klaten musim tanam 1978/1979
A. Wahyudi Sumarwoto, Drs. Wuryanto Abdullah; Drs. St. M. Tohardi
1981 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTujuan dari pene;itian ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana T.R.J. dapat meningkatkan pendapatan petani, membandingkan pendapatan yang diterima dari hasil T.R.J. dengan padi, dan membandingkan penggunaan jam kerja antara tanaman tebu dan padi di kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten. Dalan pebelitian ini, luas pemilikan tanaman tebu petani berkisar antara kurang dari 0,2 Hektar sampai lebih besar dari 0,3 Hektar, Model mendapat pinjaman dari B.R.J., dan manajemen dipegang oleh petani. Luas pemilikan tanaman padi berkisar antara kurang dari 0,2 Hektar sampai lebih besar dari 0,3 Hektar. Penentuan daerah sampel dilaksanakan secara “area ampling” yaitu kecamatan Jogonalan dikelompokkan menjadi dua kelompok berdasarkan rata-rata luas pemilikan tanaman tebu, yaitu daerah yang mempunyai pemilikan tanaman tebu diatas, rata-rata dan daerah yang mempunyai pemilikan tanaman tebu dibawah rata-rata. Penentuan sampel dilaksanakan secara undian setelah di undi terpilih daerah sampel adalah kelurahan Kraguman sebagai wakil daerah yang memiliki tanaman tebu diatas rata-rata, dan kelurahan Titang sebagai wakil kalurahan yang mempunyai pemilikan tebu dibawah rata-rata. Responden dalam penelitian ini adalah semua petani tebu rakyat intensifikasi pada kedua daerah sampel pada musim tanam 1978/1979. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi datan primer dan data sekunder serta wawancara bebas dengan pejabat yang berhubungan dengan tebu rakyat intensifikasi. Data primer yang dikumpulkan yaitu data permodalan, hubungan dengan Pabrik Gula, pendapatan dari tanaman padi. Data sekunder meliputi data penduduk, luas daerah, dan penggunaaan lahan. Wawancara bebas digunakan untuk melengkapi data yang didapat dari data primer dan sekunder. Dari hasil penelitian pada kedua daerah sampel didapat bahwa pendapatan yang diterima daeri hasil tebu lebih besar dari pada sistim sewa yang dilaksanakan pada waktu sebelum tebu rakyat intensifkasi dilaksanakan. Pendapatan petani dari hasil tanaman tebu di Kalurahan Kraguman sebesar Rp. 688.000.00/Hektar, dan di Kalurahan Titang sebesar Rp. 696.900.00/Hektar. Apabila pendapatan dari hasil usaha tani tebu rakyat intensifikasi dibandingkan dengan tebu sewa, maka pendapatan dari usaha tani tebu rakyat intensifikasi lebih besar. Pada waktu sistim sewa, Pabrik Gula menyewa lahan petani yang dihargai hanya Rp. 350.000,00/Hektar. Perbedaan pendapatan, untuk kelurahan Kraguman dan Titang, maka tujuan pemerintah untuk menaikkan pendapatan petani dari sistim tebu sewa, dapat berhasil.
-
Kata Kunci : Perkebunan tebu,Intensifikasi pertanian,Usahatani Tebu Rakyat,Jogonalan,Klaten,Jawa Tengah