Pemetaan penyebaran curah hujan rata-rata sepuluh harian Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1954-1978
Achmad Prihanto, Drs. R. Sutanto; Drs. Gunadi
1980 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilakakan di Daerah Istimewa Yogyakarta, bertujuan untuk menggambarkan penyebaran curah hujan ra ta-rata sepuluh harian dalam bentuk peta. Dari 36 peta yang dihasilkan dianalisa untuk memudahkan mengetahai tentang peramalan permulaan musim kemarau dan peramalan permulaan musim penghujan diperlabagai wilayah di Dae - rah Isttmewa Yogyakarta berdasarkan kriteria dari de Boer. Peta penyebaran curah hujan rata-rata sepuluh ha¬rian herguna untuk perencanaan irigasi, perencanaan pe¬ngendalian banjir, peramalan permulaan musim kemarau - dan penghujan dan berbagai kegunaan lainnyas Metode pe¬nelitian yang dipergunakan adalah pengumpulan data se - kunder dengan dilengkapi data primer serta, penyusunan - peta penyebaran curah hujan rata rata sepuluh harian. Data curah hujan harian dari 45 stasiun, tahun 1954 - 1978 diperoleh dari berbagai instansi kemudian dikelom¬pokkan menjadi sepuluh harian. Pengolahan data rata-ra¬ta curah hujan sepuluh harian selama 25 tahun dilakukan oleh komputer. Penggambaran peta penyebaran curah hujan rate-rata sepuluh harian dipergunakan gabungan simbol garis tidak patah (Subjective isohyetal mothod), geome-trik/abstrak dan simbol indek angka dan huruf. Dengan mngoverlaykan 36 peta penyebaran curah hujan rata rata sepuluh harian dan berdasarkan kriteria dari de BOER di buat peta peramalan permulaan musim kemarau dan peta pe ramalan permulaan musim penghujan dengan menggunakan me tode choropleth berbentuk tabir yang bertingkats Deri peta yang dihasilkan dapat diketahui bahwa di daerah puncak dan lereng gunung Merapi dalam setahun sepuluh harian basah lebih banyak dari pada sepuluh harian ke ring, sedangkan di dataran rendeh kebalikannyas Musim kemarau diperkirakan dimulai dari dataran rendah berta¬hap menuju lereng dan puncak gunung Merapi, Sedangkan - musim Penghujan diperkirakan dimulai dari puncak dan lereng gunung Merapi bertahap menuju ke dataran rendah.
-
Kata Kunci : curah hujan harian,Kota Yogyakarta,DIY