Laporkan Masalah

Dukungan Infrastruktur Terhadap Kegiatan Wisata Di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Labuan Bajo

Chairullah, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, M.UP., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Pemerintah Indonesia telah merampungkan pembangunan sektor pariwisata di lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yaitu Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang Manado. Permasalahan muncul setelah aset infrastruktur diserahkan kepada Pemerintah Daerah untuk dikelola. Hal ini diketahui dengan adanya beberapa fasilitas yang belum dimanfaatkan dengan baik padahal keberadaannya akan sangat berpengaruh pada kegiatan wisata dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat maupun pendapatan daerah. Beberapa dari fasilitas yang ada bahkan telah mengalami kerusakan karena kurangnya pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana dukungan infrastruktur terhadap kegiatan wisata di Labuan Bajo dan mengusulkan kebijakan peningkatannya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif pada dukungan infrastruktur terhadap aspek 6A yaitu Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Awareness, Available Packages, dan Ancillary Services. Data diperoleh melalui observasi pada infrastruktur terbangun sejak tahun 2020 hingga 2024 dan melakukan wawancara pada pengelola dari infrastruktur. Analisis yang dilakukan adalah penilaian dukungan infrastruktur berdasar indikator dan analisis SWOT untuk mengusulkan kebijakan peningkatan.

Hasil penelitian menujukkan bahwa aspek 6A pariwisata seluruhnya terpenuhi. Permasalahan hanya terjadi pada dukungan infrastruktur yang disebabkan oleh tiga faktor,  yaitu terbatasnya kapasitas pengelola aset, terbatasnya anggaran daerah untuk operasi dan pemeliharaan, dan belum maksimalnya revenue dari pemanfaatan infrastruktur. Usulan untuk meningkatkan dukungan infrastruktur adalah Pemerintah Daerah dapat menunjuk BUMD dan BUMN untuk meningkatkan revenue dari pemanfaatan aset secara berkelanjutan dengan mekanisme Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan dan Pemerintah Pusat harus melakukan pendampingan yang lebih progresif kepada pengelola aset di daerah sampai dukungan infrastruktur menjadi optimal.

The Indonesian government has completed the development of the tourism sector in five National Tourism Strategic Areas, namely Borobudur, Lake Toba, Mandalika, Labuan Bajo and Likupang Manado. Problems arose after infrastructure assets were handed over to the Regional Government to be managed. This is known by the existence of several facilities that have not been utilized properly even though their existence will greatly affect tourism activities and increase the economy of the local community and regional income. Some of the existing facilities have even been damaged due to lack of maintenance. This study aims to evaluate the extent of infrastructure support for tourism activities in Labuan Bajo and propose policies to improve it.

This study uses a qualitative approach with a descriptive method on infrastructure support for the 6A aspects, namely Attractions, Accessibility, Amenities, Awareness, Available Packages, and Ancillary Services. Data were obtained through observations on infrastructure built from 2020 to 2024 and conducting interviews with infrastructure managers. The analysis carried out was an assessment of infrastructure support based on indicators and a SWOT analysis to propose improvement policies.

The results of the study show that all aspects of tourism 6A are fulfilled. The only problem occurs in infrastructure support caused by three factors, namely limited capacity of asset managers, limited regional budget for operations and maintenance, and less than optimal revenue from infrastructure utilization. The proposal to improve infrastructure support are that the Regional Government can appoint BUMD and BUMN to increase revenue from sustainable asset utilization with the mechanism of Utilization Cooperation Agreement and the Central Government must provide more progressive assistance to asset managers in the regions until infrastructure support is optimal.

Kata Kunci : Pariwisata, Infrastruktur, Labuan Bajo

  1. S2-2025-525589-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525589-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525589-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525589-title.pdf