Analisis Kesiapan Masyarakat Dalam Menggunakan Layanan Pemerintahan Berbasis Online Dengan Technology Readiness Acceptance Model (TRAM)
Imam Fajriyanto, Prof. Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc., Ph.D. ; Muhammad Nur Rizal, S.T., M. Eng., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Teknologi Informasi
Pemerintah Kota Pekanbaru telah
menerapkan berbagai layanan publik berbasis online untuk meningkatkan
aksesibilitas dan efisiensi pelayanan. Namun, adopsi layanan yang digunakan
masyarakat masih rendah. Data yang dihimpun MPP Kota Pekanbaru pada Desember
2023 menunjukkan bahwa kunjungan manual mendominasi dengan 9.636 kunjungan
(92,38%), sementara kunjungan layanan online hanya mencapai 795
kunjungan (7,62%). Rendahnya tingkat adopsi ini menimbulkan tantangan bagi
pemerintah dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan efisien, serta
mengindikasikan adanya hambatan dalam kesiapan masyarakat terhadap transformasi
digital layanan publik.
Oleh karena itu perlu dilakukan
pengukuran terhadap kesiapan dan penerimaan masyarakat terhadap sistem layanan
publik berbasis online dengan menggunakan pendekatan Technology
Readiness Acceptance Model (TRAM). Pendekatan ini mengintegrasikan dimensi kesiapan teknologi (optimisme,
inovatif, ketidaknyamanan, dan ketidakamanan) dengan penerimaan teknologi
(persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, dan niat menggunakan).
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai
faktor-faktor penghambat dan pendorong adopsi layanan berbasis online serta
memberikan rekomendasi yang strategis untuk meningkatkan pemanfaatannya.
Hasil analisis menunjukkan bahwa ketidaknyamanan secara signifikan
menghambat persepsi kemudahan penggunaan dengan nilai t-hitung sebesar 2,515,
sedangkan ketidakamanan juga menghambat persepsi kegunaan dengan nilai t-hitung
sebesar 1,780. Faktor pendorong seperti optimisme ditemukan kurang
signifikan dalam mendorong persepsi kemudahan penggunaan yang hanya bernilai
t-hitung sebesar 0,715. Sedangkan inovatif juga ditemukan kurang signifikan
dalam mendorong persepsi kemudahan penggunaan dengan nilai t-hitung yang hanya
0,453. Penerapan model TRAM berhasil memberikan nilai pengukuran yang
komprehensif terhadap hambatan dan dorongan dalam adopsi layanan berbasis online,
memungkinkan identifikasi faktor pendorong dan penghambat yang memengaruhi
kesiapan dan penerimaan masyarakat Pekanbaru. Model ini menjadi alat evaluasi
yang cukup efektif untuk memahami dinamika interaksi antara dimensi kesiapan
teknologi dan penerimaan teknologi dalam konteks transformasi digital layanan
publik.
The Pekanbaru City Government has
implemented various online-based public services to improve accessibility and
service efficiency. However, the adoption of these services by the public
remains low. Data collected by the Pekanbaru MPP in December 2023 shows that
manual visits dominate with 9,636 visits (92.38%), while online service visits
only reached 795 visits (7.62%). This low adoption rate presents challenges for
the government in achieving effective and efficient public services and
indicates barriers in public readiness for the digital transformation of public
services.
Therefore, it is necessary to
measure the readiness and acceptance of the public towards online-based public
services using the Technology Readiness Acceptance Model (TRAM). This approach
integrates the dimensions of technology readiness (optimism, innovativeness,
discomfort, and insecurity) with technology acceptance (perceived usefulness,
perceived ease of use, and intention to use). This study aims to provide a
comprehensive understanding of the factors that hinder and drive the adoption
of online-based services and provide strategic recommendations to enhance their
utilization.
The analysis results indicate
that discomfort significantly hinders perceived ease of use with a t-statistic
value of 2.515, while insecurity also hinders perceived usefulness with a
t-statistic value of 1.780. Driving factors such as optimism were found to be
less significant in promoting perceived ease of use with a t-statistic value of
only 0.715. Innovativeness was also found to be less significant in promoting
perceived ease of use with a t-statistic value of only 0.453. The application
of the TRAM model successfully provided a comprehensive measurement of the
barriers and drivers in the adoption of online-based services, allowing for the
identification of driving and hindering factors that affect the readiness and
acceptance of the Pekanbaru community. This model serves as an effective
evaluation tool to understand the dynamics of interaction between technology
readiness and technology acceptance dimensions in the context of the digital
transformation of public services.
Kata Kunci : Technology Acceptance, Technology Readiness, Technology Readiness Acceptance Model, Smart Governance, Online Based Public Services