Laporkan Masalah

Potensi desa penataran sebagai daerah tujuan wisata: Tinjauan berdasarkan lingkungan fisik dan lingkungan budaya

Harun Alrasyid, Drs. Ph. Subroto, M.Sc.; Prof. Dr.A.J. Suhardjo, M.A.

2002 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Pariwisata merupakan sumber pendapatan bagi penduduk dan pemerintah, sehingga pengembangan lingkungan fisik maupun lingkungan budaya sebagai obyek pariwisata sejalan dengan kebiiakan otonomi daerah. Penelitian tentan.g poten.si wisata Desa Penataran (tiniauan berdasarkan lingkungan fisik d.an lingkungan budaya) merupakan bagian dari pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Blitar. Penelitian ini mencakup aspek atraksi, amenitas dan aksesibilitas serta potensi pengembangan wisata yang terdapat di Desa penataran, baik lingkungan fisik maupun lingkungan budaya. Berdasarkan aspek daya tarik dan potensi pengembangan tersebut, maka dapat disusun rencana pengembangan dan dapat diketahui permasalahampermasalahan yang berkaitan dengan pen gembangan kepariwisataan , khususnya di Desa Penataran. Perielitian ini menggunakan data primer melalui observasi dan penyebaran kuesioner kepada penduduk dan wisatawan, untuk mengetahui pendapat dan saran mereka terhadap pengembangan pariwisata. Data sekunder diperoleh melalui publikasi dan kajian pustaka. Berdasarkan analisis terhadap -perolehan data-data tersebut, maka dapat diketahui penyebaran atraksi dan potensi daya tarik objek wisata secara kuantitatif, sedangkan potensi pengembangan pariwisata dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian Desa Penataran menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan jumlah kuniungan wisata, dari 105.153 wisatawan pada tahun 2000 meniadi 139.833 wisatawan pada tahun 2001. Jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Blitar pada periode tahun yang sama, meningkat dari 26.919 (25,6%) menjadi 50.035 (35.8%). Candi Penataran merupakan salah satu primadona objek wisata di Kabu-paten Blitar. Dibeberapa tempat ditemukan sejumlah potensi lingkungan fisik untuk objek wisata yang belum dikembangkan secara optimal. Oleh karena itu diusulkan paket pengembangan wisata, yang meliputi wisata Desa Penataran sebagai paket wisata jangka pendek (waktu singkat) dan paket wisata Kabupaten Blitar secara keseluruhan sebagai paket wisata jangka panjang (lebih dari 2 hari kunjungan).

Tourism gives an income for local community and govermment. It is relevant to develop physical environment or cultural environment as tourism object. Research about potential of Desa Penataran (physical envimnment and cultural environment approach) is the one step of tourism development in the Blitar Regency. This research concerned with both attractions, amenities, accessibility and potentials tourism of Desa Penataran in physical environrnent and cultural environment. Base on attractions and potentials tourism can be arranged a method for develop them, and can be identify problems of tourism development especially at Desa Penataran. The research collected prirnary data by observation and. questionnaire for tourist and local cornmunity in which to gathering their opinion and suggetion about tourism development. The secondary data collected from publication and textbook. Distribution of attraction and potential resources for tourism objects had resulted from analyses of those data's quantitatively, then the potentiality for tourism development had analysed qualitativelv. This research of Desa Penataran concluded a tends of increasing in tourist invitation from 105.153 invitation at year 2000 became 139.833 invitation at year 2001. While in the Blitar Regencv, tourist invitation had in_creased from 26,919 (25.6%) up to 50.035 (35.8%) invitation at the same periods. Penataran temple is the one gread place of tourism object, at Blitar Regency. The research found some potential places had not developed optimally for tourism. Then a new strategy was proposed in order to advanced tourism package, it is a village tourism at Desa Penataran as short package, and a whole Blitar Regency tourism as long package (more then two days).

Kata Kunci : Pariwisata, lingkungan fisik, lingkungan budaya,Tourism, physical environment, cultural environment

  1. S2-2002-12278-Harun_Alrasyid-abstract.pdf  
  2. S2-2002-12278-Harun_Alrasyid-bibliography.pdf  
  3. S2-2002-12278-Harun_Alrasyid-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2002-12278-Harun_Alrasyid-title.pdf