Optimalisasi Pemeliharaan Aset Bangunan Gedung Museum Tsunami Aceh Menggunakan Metode Importance Performance Analysis
Akhyarusy Syuhur, Prof. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Aset bangunan gedung merupakan salah satu bagian
penting dalam pengelolaan barang milik daerah (BMD). Sebanyak sekitar Rp.6,8
miliar dana APBA Pemerintah Provinsi Aceh dikeluarkan untuk pemeliharaan
bangunan gedung Museum Tsunami Aceh pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi tingkat pemeliharaan bangunan Gedung Museum Tsunami Aceh yang
dikelola langsung oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Tsunami Aceh
di bawah naungan Dinas Kebudayaan dan pariwisata Pemerintah provinsi Aceh, dan
mengetahui indikator layanan yang harus ditingkatkan atau diperbarui, serta
variabel mana yang harus dipertahankan. Metode yang digunakan adalah
kuantitatif didukung deskriptif kualitatif dan menggunakan metode analisis
Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian ini menggunakan kuesioner
dengan 172 responden serta wawancara kepada narasumber sebagai intrumen
penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 23 variabel pemeliharaan
yang diambil dari Peratuan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 28/PRT/M/2008, terdapat
sembilan indikator yang terletak di kuadran I, empat indikator di kuadran II,
sepuluh indikator di kuadran IV. Variabel yang termasuk dalam kuadran I
merupakan dimensi yang tingkat kepentingannya tinggi, namun kinerjanya masih
tergolong rendah sehingga memerlukan perhatian khusus dan prioritas
pemeliharaan dari pengelola Museum Tsunami Aceh. Variabel di kuadran II perlu
dipertahankan dan ditingkatkan. Sementara indikator di kuadran IV dianggap
kurang penting, namun dapat menjadi peluang nilai tambah pada kualitas bangunan
mengingat Museum Tsunami Aceh memiliki histori sebagai pengingat bencana
tsunami Aceh pada tahun 2004.
Building
assets are an important part of regional property management (BMD). A total of
around IDR 6.8 billion in APBA funds from the Aceh Provincial Government was
spent for maintenance of the Aceh Tsunami Museum building in 2023. This
research aims to identify the level of maintenance of the Aceh Tsunami Museum
Building which is managed directly by the Regional Technical Implementation
Unit (UPTD) of the Aceh Tsunami Museum under the auspices of the Culture and
Tourism Office of the Aceh Provincial Government, and knowing which service
indicators must be improved or updated, as well as which variables must be
maintained. The method used is quantitative supported by qualitative
descriptive and uses the Importance Performance Analysis (IPA) analysis method.
This research used a questionnaire with 172 respondents and interviews with
resource persons as research instruments. The research results show that of the
23 maintenance variables taken from the Regulation of the Minister of Public
Works Number 28/PRT/M/2008, there are nine indicators located in quadrant I,
four indicators in quadrant II, ten indicators in quadrant IV. The variables
included in quadrant I are dimensions with a high level of importance, but
their performance is still relatively low so they require special attention and
maintenance priority from the management of the Aceh Tsunami Museum. Variables
in quadrant II need to be maintained and improved. While indicators in quadrant
IV are considered less important, they can be an opportunity to add value to
the quality of the building considering that the Aceh Tsunami Museum has a
history of being a reminder of the Aceh tsunami disaster in 2004.
Kata Kunci : Pemeliharaan, Bangunan Gedung, Museum, Importance Performance Analysis (IPA)