Laporkan Masalah

From Palm to Pot, for Greener Future: Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Sebagai Pot Tanaman Ramah Lingkungan (Eco Palm Pot)

Jerry Andreas Zaluchu, Boyke Rudy Purnomo, S.E., M.M., Ph.D., CFP

2025 | Tesis | S2 Manajemen

Permasalahan sampah plastik dan limbah agroindustri kelapa sawit menjadi dua isu lingkungan dan membutuhkan perhatian serius. Sebagai salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar dan produsen kelapa sawit terdepan di dunia, Indonesia berada pada posisi unik untuk menangani kedua isu ini secara bersamaan. Salah satu faktor penyebab polusi plastik adalah penggunaan pot tanaman berbahan plastik dalam sektor pertanian yang secara signifikan menyumbang limbah plastik sulit terurai. Di sisi lain, limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang merupakan produk sampingan perkebunan sawit memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif yang belum optimal dimanfaatkan. Penulisan ini bertujuan untuk merancang bisnis Eco Palm Pot, sebuah solusi inovatif berbasis eco-friendly yang memanfaatkan TKKS sebagai pengganti bahan baku pot tanaman plastik. Dengan mengembangkan produk yang ramah lingkungan dari limbah kelapa sawit, Eco Palm Pot diharapkan dapat menjadi alternatif yang mendukung upaya pengurangan sampah plastik sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi limbah agroindustri kelapa sawit. Dalam perencanaan bisnis Eco Palm Pot ini, dilakukan berbagai analisis strategis, termasuk analisis Five Forces, peta empati, serta Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan peluang dan tantangan bisnis secara menyeluruh. Selain itu, perencanaan ini juga mencakup analisis finansial guna menilai kelayakan ekonominya dengan menggunakan skenario pesimis dan normal. Hasil analisis pada skenario pesimis menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp7.117.033Internal Rate of Return (IRR) sebesar 8%, serta Payback Period (PP) selama 4,6 tahun. Sedangkan pada skenario normal, Net Present Value (NPV) sebesar Rp222.642.414Internal Rate of Return (IRR) sebesar 38%, serta Payback Period (PP) selama 3,2 tahun yang mengindikasikan potensi profitabilitas dan kelayakan jangka panjang dari bisnis Eco Palm Pot.

The issues of plastic waste and palm oil agro-industrial waste represent two environmental challenges that demand serious attention. As one of the world’s largest producers of plastic waste and a leading producer of palm oil, Indonesia is uniquely positioned to address both issues simultaneously. One major contributor to plastic pollution is the use of plastic plant pots in the agricultural sector, which significantly adds to non-biodegradable waste. Meanwhile, empty fruit bunches (EFB) from palm oil plantations, a byproduct of the industry, hold potential as an alternative raw material that has yet to be fully utilized. This research aims to design a business model for Eco Palm Pot, an innovative, eco-friendly solution that utilizes EFB as a sustainable substitute for plastic plant pot materials. By developing an environmentally friendly product from palm oil waste, Eco Palm Pot seeks to provide an alternative that supports plastic waste reduction efforts while also adding value to palm oil agro-industrial byproducts. In the business planning process for Eco Palm Pot, various strategic analyses were conducted, including a Five Forces analysis, an empathy map, and a Business Model Canvas (BMC) to comprehensively map out business opportunities and challenges. Additionally, the planning includes a financial analysis to evaluate its economic feasibility using both pessimistic and normal scenarios. The results of the analysis in the pessimistic scenario indicate a Net Present Value (NPV) of Rp7,117,033, an Internal Rate of Return (IRR) of 8%, and a Payback Period (PP) of 4.6 years. Meanwhile, in the normal scenario, the Net Present Value (NPV) is Rp222,642,414, the Internal Rate of Return (IRR) is 38%, and the Payback Period (PP) is 3.2 years. These results highlight the potential profitability and long-term feasibility of the Eco Palm Pot business.

Kata Kunci : Eco Palm Pot, rencana bisnis, ramah lingkungan, sustainability, ekonomi sirkular

  1. S2-2025-501118-abstract.pdf  
  2. S2-2025-501118-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-501118-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-501118-title.pdf