Evaluasi Kesesuaian Pohon Penyusun dan Persepsi Pengunjung Terhadap Ruang Terbuka Hijau Taman Bambu Runcing Parakan Kabupaten Temanggung
Lutfi Dani Widianto, Dr. Ir. Dwi Tyaningsih Adriyanti, M.P. ; Ir. Ananto Triyogo, S. Hut., M. Sc., Ph.D., IPM.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Urbanisasi di Kabupaten
Temanggung telah menyebabkan peningkatan lahan terbangun dan pencemaran
lingkungan di perkotaan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi salah satu solusi
untuk menyeimbangkan pembangunan perkotaan dan memberikan manfaat ekologis,
sosial, dan estetika. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian
pohon penyusun di RTH Taman Bambu Runcing Parakan, Temanggung, berdasarkan
komposisi jenis, model arsitektur, serta persepsi pengunjung terhadap
kenyamanan dan kesesuaian pohon.
Penelitian dilakukan dengan membagi lokasi penelitian
menjadi empat zona berdasarkan fungsi peruntukannya. Metode penelitian
dilakukan dengan menginvetarisasi seluruh pohon (sensus 100%), dilanjutkan
dengan penilaian kesesuaian pohon dan penilaian kualitas pohon. Kemudian,
penilaian persepsi pengunjung dilakukan melalui penyebaran kuisioner kepada
pengunjung sebagai respondennya. Analisis
data dilakukan secara deskriptif dengan metode skoring pada masing-masing pohon
untuk mengevaluasi kesesuaiannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTH Taman Bambu Runcing memiliki 25 jenis pohon dari 15 famili dengan 12 model arsitektur. Model arsitektur yang dijumpai yaitu: Attim, Aubreville, Cook, Thomlinson, Corner, Koriba, Leuwenberg, Mc Clure, Rauh, Roux, Scarrone, dan Troll. Persepsi pengunjung terhadap kenyamanan pohon secara umum bersifat positif, meskipun beberapa responden menilai kurang nyaman dan aman. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas jenis pohon telah sesuai dengan fungsi dan penempatannya. Namun, beberapa pohon perlu diganti karena memiliki kualitas buruk, lokasi tumbuh yang kurang tepat, atau potensi membahayakan pengunjung. Pergantian pohon dilakukan berdasarkan fungsi dan model arsitektur yang sesuai.
Urbanization in Temanggung Regency has led
to increased built-up land and environmental pollution in urban areas. Green
Open Spaces (RTH) serve as a solution to balance urban development while
providing ecological, social, and aesthetic benefits. This study aimed to
evaluate the suitability of tree species in Taman Bambu Runcing Green Open
Space, Parakan, Temanggung, based on species composition, architectural models,
and visitor perceptions regarding comfort and tree suitability.
The study was conducted by dividing the
research location into four zones based on their designated functions. The
research methods included a comprehensive inventory of all trees (100?nsus),
followed by tree suitability and quality assessments. Visitor perceptions were
evaluated through questionnaires distributed to visitors as respondents. Data
analysis was performed descriptively using scoring methods for each tree to
assess its suitability.
The results indicated that Taman Bambu Runcing Green Open Space contains 25 tree species from 15 families with 12 architectural models. The identified architectural models were Attim, Aubreville, Cook, Thomlinson, Corner, Koriba, Leuwenberg, McClure, Rauh, Roux, Scarrone, and Troll. Visitor perceptions of tree comfort were generally positive, although some respondents noted discomfort and safety concerns. The analysis revealed that most tree species were suitable for their functions and placement. However, certain trees need replacement due to poor quality, inappropriate growth locations, or potential hazards to visitors. Tree replacements were recommended based on their functions and appropriate architectural models.
Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Kesesuaian Jenis Pohon, Model Arsitektur, Persepsi Pengunjung, Temanggung/Green Open Space, Tree Suitability, Architectural Model, Visitor Perception, Temanggung