Laporkan Masalah

Hubungan Ketidakpastian Penyakit Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Glaukoma di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta

Tenty Bintari Ningrom, Prof.Dr.Christantie Effendy,S.Kp.,M.Kes ; Arifin T,S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.MB

2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Glaukoma merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan dan dapat menyebabkan hilang atau berkurangnya penglihatan. Pasien dengan glaukoma akan mengalami ketakutan akan kebutaan, beban ekonomi yang berat yang mengakibatkan menurunnya kualitas hidup karena aktivitas fisik yang terbatas dan komunikasi yang tidak memadai atau kurangnya pemahaman akan istilah-istilah medis. Ketidaksesuaian antara harapan untuk sembuh sehingga menimbulkan kondisi ketidakpastian penyakit.

Tujuan: Mengetahui hubungan ketidakpastian penyakit dengan kualitas hidup pada pasien glaukoma.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain penelitian cross sectional, responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sebanyak 204 responden. Pengambilan data ketidakpastian menggunakan Instrumen Mishel Uncertainty in Illnes-Community (MUIS-C) dan  kualitas hidup menggunakan Glaucoma Quality of Life 15 (GQL-15).

Hasil: Ketidakpastian penyakit pada pasien glaukoma di RSUP Dr. Sardjito memiliki nilai rata-rata 36,77. Kualitas hidup pada pasien glaukoma memiliki nilai rata-rata 32,51. Berdasarkan domain kualitas hidup glaukoma paling tinggi berada pada domain adaptasi gelap terang dengan nilai rata-rata 34,2, sedangkan nilai rata-rata paling rendah berada pada domain aktivitas di luar ruangan dengan nilai 30,2. Uji korelasi Spearman Rho diperoleh koefisien korelasi sebesar (r) = 0.434 dengan taraf signifikansi (p) = 0.000 (P<0>

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sedang antara ketidakpastian penyakit dengan kualitas hidup di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Background: Glaucoma is a chronic disease that cannot be cured and can cause loss or reduction of vision. Patients with glaucoma will experience fear of blindness, heavy economic burden resulting in decreased quality of life due to limited physical activity and inadequate communication or lack of understanding of medical terms. The mismatch between expectations for recovery causes a condition of uncertainty in illness.

Research Objective: To determine the relationship between uncertainty in illness and quality of life in glaucoma patients.

Method: This study uses a quantitative correlational approach with a cross-sectional research design, respondents were selected using a consecutive sampling technique of 204 respondents. Data collection on uncertainty using the Mishel Uncertainty in Illnes-Community (MUIS-C) Instrument and the quality of life using the Glaucoma Quality of Life 15 (GQL-15).

Results: Uncertainty in illness in glaucoma patients at Dr. Sardjito Hospital has an average value of 36.77. Quality of life in glaucoma patients has an average value of 32.51. Based on the domain of quality of life, glaucoma is highest in the domain of light-dark adaptation with an average value of 34.2, while the lowest average value is in the domain of outdoor activities with a value of 30.2. Spearman Rho correlation test obtained a correlation coefficient of (r) = 0.434 with a significance level (p) = 0.000 (P <0>

Conclusion: There is a moderate relationship between uncertainty in illness and quality of life at Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta

Kata Kunci : Ketidakpastian Penyakit, Kualitas Hidup, Glaukoma

  1. S1-2025-519290-abstract.pdf  
  2. S1-2025-519290-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-519290-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-519290-title.pdf