Laporkan Masalah

Pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap Intensitas Emisi Gas Rumah Kaca: Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2021

M Trianda Kuncoro Lubis, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin M.B.A

2025 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara perubahan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dihasilkan perseroan per tahun dengan struktur kepemilikan perusahaan yang terdiri dari kepemilikan asing dan kepemilikan domestik pada perusahan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021. Perubahan intensitas emisi GRK dihitung dari total emisi cakupan 1 (scope 1) dan cakupan 2 (scope 2) pada tahun 2023 dikurangi dengan tahun 2021 yang diperoleh dari laporan keberlanjutan perusahaan. Struktur kepemilikan dihitung dari jumlah saham yang dimiliki oleh klasifikasi identitas asal pemegang saham lalu dibagi dengan total saham yang beredar. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa struktur kepemilikan asing berpengaruh terhadap penurunan emisi GRK. Sebaliknya, struktur kepemilikan domestik berpengaruh terhadap peningkatan emisi GRK. Lebih lanjut, ditemukan bukti bahwa keikutsertaan individu asing pada jajaran dewan direksi dan dewan komisaris juga berpengaruh terhadap penurunan emisi GRK, sebaliknya untuk individu domestik pada jajaran dewan direksi dan dewan komisaris memiliki pengaruh terhadap peningkatan emisi GRK. Selain itu, penelitian ini juga mengklasifikasikan lebih rinci kepemilikan asing dan domestik. Pada kepemilikan asing, baik perorangan maupun institusi memiliki hubungan signifikan dengan penurunan intensitas emisi GRK. Namun, pada kepemilikan domestik, kepemilikan perorangan berpengaruh terhadap peningkatan intensitas emisi GRK, sementara kepemilikan institusi dan pemerintah tidak menunjukkan pengaruh terhadap perubahan intensitas emisi GRK perusahaan.

This study aims to examine the relationship between changes in the intensity of Greenhouse Gas (GHG) emissions produced by the company per year with the company's ownership structure consisting of foreign ownership and domestic ownership in companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2021 period. Changes in GHG emission intensity are calculated from the total emissions of scope 1 and scope 2 in 2023 minus 2021 obtained from the company's sustainability report. The ownership structure is calculated from the number of shares owned by the identity classification of the shareholder's origin and then divided by the total shares outstanding. The results of the study indicate that the foreign ownership structure has an effect on reducing GHG emissions. Conversely, the domestic ownership structure has an effect on increasing GHG emissions. Furthermore, evidence was found that the participation of foreign individuals on the board of directors and board of commissioners also had an effect on reducing GHG emissions, conversely for domestic individuals on the board of directors and board of commissioners had an effect on increasing GHG emissions. In addition, this study also classifies foreign and domestic ownership in more detail. In foreign ownership, both individuals and institutional have a significant relationship with reducing GHG emission intensity. However, in domestic ownership, individual ownership has an effect on increasing GHG emission intensity, while institutional and government ownership do not show a significant effect on changes in corporate GHG emission intensity.

Kata Kunci : Intensitas emisi GRK, Struktur kepemilikan asing, Struktur kepemilikan domestik, Pemangku kepentingan, Legitimasi

  1. S2-2025-527218-abstract.pdf  
  2. S2-2025-527218-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-527218-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-527218-title.pdf