Laporkan Masalah

Kehilangan air saluran induk Colo Timur di kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar

Y. Eko Susanto, Prof. Dr. Sugeng Martopo; Drs. R. Sutanto B.R.

1997 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Daerah penelitian terletak pada sayap sebelah barat dari Gunung Lawu dan sebelah timur laut dari Gunung Mera¬pi, daerah ini merupakan dataran aluvial. Tujuan dari pe¬nelitian adalah untuk mencari besarnya kehilangan air Sa¬luran Induk Colo Timur bocoran yang terjadi. Pada penelitian ini dilakukan observasi, pengukuran lapangan dan analisa laboratorium. Metode pengambilan ti¬tik sampel berdasarkan pembagia.n segmen, yaitu diambil setiap Bendung Colo Timur (BCT) yang ada di Saluran Induk Colo Timur. Pengukuran lapangaft meliputi kedalaman muka air saluran, lebar permukaan air saluran, lebar dasar sa¬luran, kecepatan arus, dan pengukuran kedalaman air tanah di sekitarya. Pengambilan sampel tanah dasar saluran un¬tuk tekstur dan permeabilitas dasar saluran diambil 8 ti¬tik pengambilan sampel berdasarkan jenis tanah dan keda-laman airtanah. Untuk menghitung besarnya kehilangan air secara keseluruhan menggunakan netode inflow-outflow, dan untuk menghitung besar rembesan yang terjadi menggunakan metode hidrodinamis. Hal ini dapat untuk mengetahui ter¬jadinya rembesan lokal. Besarnya rembesan ini dapat di amati dengan para-meter permeabilitas dasar saluran, ke¬dalaman air saluran, tekstur material dasar saluran, le¬bar permukaan air saluran dan lebar dasar saluran. Dari hasil perhitungan dapat diketahui kehilangan a¬ir saluran secara keseluruhan sebesar 36,35% dari total sepanjang saluran pengamatan, sedangkan kehilangan air yang berupa evaporasi sebesar 0,36%. Kehilangan Air ter¬sebut tidak sama di setiap segmen. Kehilangan air yang paling besar terdapat di BCT 9, mencapai 6%. Hal ini di¬karenakan adanya penyumbatan siphon akibat sampah, Ini juga terjadi pada BCT 1 dan ketidak tertiban petani dalam penggunaannya. Kehilangan air berupa rembesan yang terjadi secara lokal dipengaruhi oleh kekasaran tekstur dan besarnya permeabilitas dari dasar saluran. Rembesan paling besar terjadi pada BCT 18, permeabilitas cepat dengan tekstur material pasir berlempung. Untuk rembesan yang kecil ter¬jadi pada BCT 14, daerah ini bertekstur tektur liat dan permeabilitasnya sangat lambat. Dari hasil perhitungan dan pengamatan di lapangan, besarnya kehilangan air saluran Induk Colo Timur akibat dari ketidak tertibnya petani dalam pengambilan air saluran, yaitu berupa pemasangan pipa-pipa, pompa, dan dinding saluran yang tidak dilapisi.

-

Kata Kunci : Kehilangan air saluran,Sukoharjo,Jawa Tengah

  1. S1-1997-61215-Y__Eko_Susanto_abstract.pdf  
  2. S1-1997-61215-Y__Eko_Susanto_bibliography.pdf  
  3. S1-1997-61215-Y__Eko_Susanto_tableofcontent.pdf  
  4. S1-1997-61215-Y__Eko_Susanto_title.pdf