Laporkan Masalah

Analisis Penggunaan Pelet Sekam Padi Sebagai Bahan Bakar pada Mesin Gasifikasi Sistem Updraft

HISAINT KHAMAL, Budi Basuki, S.T., M.Eng.

2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA MESIN

Proses penggilingan padi menghasilkan sisa produksi berupa sekam yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan sekam padi sebagai alternatif bahan bakar biomassa untuk teknologi energi terbarukan. Jumlah produksi sekam padi tahun 2022 berkisar antara 10,95 – 16,42 juta ton. Sekam padi diolah menjadi padatan berbentuk pelet untuk meningkatkan densitas dan nilai kalor. Teknologi gasifikasi menjadi salah satu contoh aplikasi energi terbarukan dalam pemanfaatan sekam padi. Penelitian ini meliputi analisis penggunaan pelet sekam padi sebagai bahan bakar mesin gasifikasi updraft. Hasil pengujian akan menunjukkan lama waktu proses gasifikasi, fenomena yang terjadi, dan nilai ekonomi pemanfaatan pelet sekam padi. Metode penelitian ini menggunakan variasi suplai bahan bakar dengan suplai 15, 20, dan 25 detik serta jeda suplai 10, 20, dan 25 detik. Parameter pengujian gasifikasi menggunakan massa pelet sekam 50 kg dan suplai kecepatan udara 2,5 m/s. Berdasarkan data yang didapat, penelitian ini menyimpulkan penggunaan pelet sekam pada mesin gasifikasi updraft dengan variasi dan parameter tersebut memiliki waktu gasifikasi terlama, yaitu 43 menit. Residu yang dihasilkan dari proses gasifikasi updraft adalah abu, arang, amorf silika, dan kristal silika. Pemanfaatan pelet sekam dalam nilai ekonomi sebagai bahan bakar biomassa dapat menghemat sebesar Rp 13.123,00 dari gas LPG non-subsidi. Penelitian ini memberikan pandangan mengenai potensi pengelolaan sekam padi menjadi sumber bahan bakar energi yang ramah lingkungan.

The rice milling process produces residual production in the form of husks that have not been optimally utilized. This research aims to utilize rice husk as an alternative biomass fuel for renewable energy technology. The total rice husk production in 2022 ranges from 10.95 - 16.42 million tons. Rice husk is processed into pelletized solids to increase density and heating value. Gasification technology is one example of renewable energy applications in the utilization of rice husks. This research includes an analysis of the use of rice husk pellets as fuel for an updraft gasification machine. The test result will show the length of time of the gasification process, the phenomena that occur, and the economic value of utilizing rice husk pellets. This research method uses fuel feeding variations with 15, 20, and 25 seconds of supply and 10, 20, and 25 seconds of supply pause. The gasification test parameters used a mass of 50 kg of husk pellets and a supply air velocity of 2.5 m/s. Based on the data obtained, this study concluded that the use of husk pellets in an updraft gasification machine with these variations and parameters had the longest gasification time, which was 43 minutes. The residues produced from the updraft gasification process are ash, charcoal, amorphous silica, and crystalline silica. Utilization of husk pellets in economic value as biomass fuel can save Rp 13,123.00 from non-subsidized LPG gas. This research provides insights into the potential of rice husk management as an environmentally friendly energy fuel source.

Kata Kunci : Sekam Padi, Pelet, Energi Terbarukan, Gasifikasi

  1. D4-2024-464304-abstract.pdf  
  2. D4-2024-464304-bibliography.pdf  
  3. D4-2024-464304-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2024-464304-title.pdf  
  5. D4-2025-464304-abstract.pdf  
  6. D4-2025-464304-bibliography.pdf  
  7. D4-2025-464304-tableofcontent.pdf  
  8. D4-2025-464304-title.pdf