Perencanaan Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam Di Taman WIsata Alam Klamono, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya
ANDI NURWAFA IDREES, Teguh Yuwono, S.Hut., M.Sc.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) dalam pengembangan wisata merupakan upaya pemanfaatan jasa lingkungan berkelanjutan dengan menerapkan pengelolaan yang meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti mempertimbangkan aspek kesesuaian dan daya dukung kawasan. Pengelolaan pariwisata alam di TWA Klamono memiliki kendala utama, yaitu kurangnya informasi tentang potensi wisata alam dan belum adanya rancangan desain tapak. Penelitian ini bertujan untuk mendukung pengelola dan masyarakat sekitar kawasan dalam memanfaatkan kawasan taman wisata alam yang berpotensi dalam pengembangan wisata alam sesuai dengan rancngan desain tapak yang dibuat.
Pengumpulan data dilakukan secara observasi, survei lapangan, wawancara dan pengisian tabel penilaian kriteria ODTWA, pemetaan, dokumentasi visual dan studi literatur. Analisis data pada potensi ODTWA menggunakan metode skoring dengan menggunakan pedoman ADO-ODTWA yang kemudian dideskripsikan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data pada penyusunan desain tapak dilakukan dengan mengombinasikan beberapa teknik analisis menggunakan metode overlay dalam GIS untuk menciptakan peta komponen lahan dan juga melalui metode matching untuk mencocokkan kualitas dan karakteristik lahan dengan standar penggunaan lahan tertentu yang kemudian dideskripsikan menggunakan deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kelayakan potensi wisata alam di TWA Klamono belum layak dikembangkan sebagai destinasi wisata alam, dengan indeks kelayakan 62,48% untuk potensi wisata alam birdwatching dan jungle tracking. Kendalanya adalah rendahnya nilai pada aspek potensi pasar, akomodasi, keamanan, pengaturan pengunjung, pemasaran dan pangsa pasar. Pengembangan fasilitas seperti tempat menginap dan distribusi aktivitas wisatawan dapat menjadi solusi, dengan tetap memperhatikan peruntukan blok pemanfaatan. Rancangan desain tapak di TWA Klamono mencakup ruang usaha (13,78 Ha) dan ruang publik (88,54 Ha). Ruang usaha difokuskan pada pengembangan camping ground dan akomodasi pada Kampung Klaben dan Kampung Gisim Darat. Ruang publik tersebar di Kampung Wonosari, Kampung Klaben dan Kampung Gisim Darat untuk fasilitas pengunjung seperti gerbang masuk, pos karcis, pos jaga, pusat informasi dan kegiatan wisata jungle tracking, birdwatching dan sarana pendidikan.
Nature Tourism Park (TWA) management in tourism development is an effort to utilize environmental services in a sustainable manner by implementing management that minimizes risks and negative impacts on the environment, such as considering aspects of suitability and carrying capacity of the area. The management of natural tourism in TWA Klamono has major obstacles, namely the lack of information about natural tourism resources and the absence of a site design plan. This research aims to support managers and communities around the area in utilizing natural tourism park areas that have the potential for natural tourism development in accordance with the site design plan made.
Data collection was carried out through observation, field surveys through interviews and filling in the ODTWA criteria assessment table, mapping, visual documentation and literature studies. Data analysis on the potential of ODTWA uses the scoring method using the guidelines ADO-ODTWA which will then be described using qualitative descriptive. Data analysis on the preparation of site design is carried out by combining several analytical techniques, such as using the overlay method in the SIG to create a map of land components and also through the matching method to match the quality and characteristics of land with certain land use standards which are then described using qualitative descriptive.
The results showed that the potential of nature tourism in TWA Klamono is not yet feasible to develop as a nature tourism destination, with a feasibility index of 62,48% for the potential of birdwatching and jungle tracking. The main obstacle is the low value in the aspects of market potential, accommodation, security, visitor arrangements, marketing and market share. Development of facilities such as places to stay and concentration of tourist activities can be a solution, while still paying attention to the allocation of utilization blocks. The site design in TWA Klamono includes business space (13,78 Ha) and public space (88,54 Ha). The business space is focused on the development of camping ground and accommodation in Klaben Village and Gisim Darat Village. Public spaces are spread across Wonosari Village, Klaben Village and Gisim Darat Village for visitor facilities such as entrance gates, ticket posts, guard posts, information centers and tourist activities as jungle tracking, birdwatching and educational facilities.
Kata Kunci : Taman Wisata Alam,Pariwisata Alam,Analisis Potensi Wisata,Desain Tapak