Laporkan Masalah

Analisis manfaat diversivikasi portofolio saham antar-sektor industri di Bursa Efek Jakarta :: Januari 1999-Desember 2003

UTOMO, Sabdo Luhur, Dr. Sukmawati, MM

2004 | Tesis | Magister Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran manfaat dari kebijakan diversifikasi portofolio dengan membandingan risiko pada tingkat keuntungan tertentu antar sektor industri di Bursa Efek Jakarta periode Januari 1999 – Desember 2003. Diversifikasi portofolio itu sendiri adalah suatu bentuk investasi yang menyebar dalam berbagai kesempatan investasi dalam hal ini investasi pada berbagai saham, dengan tujuan untuk mengurangi risiko yang ditanggung oleh investor sekuritas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purppo sive sampling yang diambil dari data sekunder harga saham mingguan di BEJ yang telah dikelompokan dalam 10 (sepuluh) sektor industri yaitu Manufacturing, Agriculture, Mining, Basic Industry, Consumer Goods, Property, Infrastructure, Finance, Trade & Service, Miscellaneous Industry. Analisis dilakukan dua tahap, yaitu menganalisis performa kelompok industri dan menganalisis manfaat diversifikasi saham antar sektor industri di BEJ, ditunjukkan dari hasil hitungan besaran korelatif, makin besar besaran korelatifnya, makin besar pula risiko yang akan ditanggung oleh seorang investor. Demikian juga sebaliknya. Analisis pertama dari penelitian ini mengenai performa saham pada masing-masing industri selama periode 1999 – 2003 ditunjukkan dari rata-rata tingkat keuntungan dan risiko yang ditanggung masingmasing industri. Tingkat keuntungan tertinggi dari sektor industri Manufacture sebesar 1,107%, diikuti oleh sektor industri Finance dan Trade, masing-masing sebesar 0,817% dan 0,740%. Namun apabila dilihat dari tingkat rata-rata risiko yang ditanggung, maka sektor industri Manufacture memiliki risiko yang jauh lebih kecil, yaitu sebesar 0,00649, kemudian diikuti sektor industri Consumer, Basic Industry, Infrastructure, Miscellaneous Industry dan Finance yaitu masing-masing sebesar 0,00673, 0,00747, 0,00820, 0,00829 dan 0,00863. Analisis kedua menunjukkan hasil hitungan koefisien korelasi yaitu rata-rata di bawah satu, atau dengan kata lain bahwa investasi yang ditanamkan apabila dilakukan kebijakan diversifikasi portofolio maka risiko yang ditanggung investor akan menjadi lebih kecil. Analisis untuk besaran manfaat yang diperoleh dari hasil diversifikasi portofolio saham adalah terjadinya perubahan risiko yang berkisar antara 0% - 69,81%. Hasil tersebut membuktikan bahwa dengan melakukan kebijakan diversifikasi portofolio khususnya di BEJ selama periode penelitian telah mampu memberikan manfaat yang signifikan bagi para invesor melalui penurunan tingkat resiko sebesar 0% - 69,81%.

The objective of this research is to find out the benefit of stock diversification policies by comparing risk at the certain rate of return among industry sectors in Jakarta Stock Exchange (JSX) during January 1999 –December 2003. Portfolio diversification is a spreading investment for every changes especially stock investment in order to reduce the risk for security investor. This research used purposive sampling in collecting secondary data in JSX for stock prices that already classified in 10 industry sectors, which are Manufacturing, Agriculture, Mining, Basic Industry, Consumer Goods, Property, Infrastructure, Finance, Trade & Service, and Miscellaneous Industry. The analysis of this research conduct in two phases, analyzing industry sectors performance and stock diversification benefits among industry sectors that shown with correlative results, greater the correlative as a result the risk will be increase also and vice versa. First analysis is about stock performance in every industry during 1999-2003 that shown with the rate of return average and industry risks. The highest rate of return showed by Manufacturing sector 1.107%, and followed by Finance and Trade indus try with 0.817% and 0.740%. However if we see from the risk average, Manufacturing sector has the smallest risk, 0.00649 and followed by Consumer, Basic Industry, Infrastructure, Miscellaneous Industry and Finance sectors with 0.00673, 0.00747, 0.00820, 0.00829 and 0.00863. The second analysis shown the correlation coefficients are below than one in average, hence the risk for investor will be small if portfolio diversification policies have done. The analysis for beneficial from stock portfolio diversification results is risk changes activities around 0% - 69.81%. It has shown that by doing portfolio diversification policies in JSX during research period has given significant benefits for investors by descending rate of risk around 0% - 69.81%

Kata Kunci : Manajemen Investasi,Diversifikasi Portofolio Saham, diversification benefits, stock portfolio, portfolio risk, portfolio return, correlation coefficients.

  1. S2-2004-SabdoLuhurUtomo-Abstract.pdf  
  2. S2-2004-SabdoLuhurUtomo-Bibliography.pdf  
  3. S2-2004-SabdoLuhurUtomo-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-2004-SabdoLuhurUtomo-Title.pdf